Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China-Amerika Minggir, Negara Asia Ini Mau Jadi Raja Chip Dunia
    Insight News

    China-Amerika Minggir, Negara Asia Ini Mau Jadi Raja Chip Dunia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Maret 2024Updated:24 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – China dan Amerika Serikat bakal punya saingan baru di industri chip. Sebab India tengah bersiap mengembangkan industri dalam negerinya.

    Kesempatan India terbuka lebar. Mengingat banyak perusahaan yang ingin mengurangi ketergantungan dari chip China, karena ada masalah geopolitik dengan AS.

    Industri dalam negerinya juga kian ramai dengan kedatangan Qualcomm. Raksasa asal AS itu membuka pusat desain baru di Chennai India.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tiga pabrik semikonduktor juga baru diresmikan oleh Perdana Menteri Narendra Modi. Salah satunya berasal dari perusahaan patungan antara Tata Electronics dan Powerchip Semiconductor Manufacturing Corp Taiwan.

    Ketua PSMC, Frank Huang menjelaskan perusahaan bakal memiliki chip semikonduktor pertama di India pada 2024 mendatang.

    Pabrik tersebut diperkirakan bisa menciptakan 1.600 lapangan kerja. Fokusnya adalah untuk merancang teknologi nirkabel.

    “Banyak chip kami dirancang di India, dan kehadiran di India juga menciptakan peluang bagi sejumlah perusahaan India,” CEO Qualcomm Cristiano Amon.

    India juga percaya diri bisa masuk dalam lima besar produsen semikonduktor dunia. Sejauh ini lima nama yang berada di posisi teratas industri adalah AS, China, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

    Laporan TrendForce bulan Desember lalu menyebutkan Taiwan jadi negara terbesar untuk kapasitas pembuatan semikonduktor global. Yakni hampir setengah yang dihasilkan, atau sekitar 46%.

    Sementara untuk negara lain adalah China (26%), Korea Selatan (12%), Amerika Serikat (6%) dan Jepang (2%).

    “Kami pikir dalam lima tahun ke depan, kami akan menjadi salah satu dari lima negara semikonduktor teratas di dunia,” kata Menteri Elektronik dan Teknologi Informasi, Perkeretaapian dan Komunikasi India, Ashwini Vaishnaw di Street Signs Asia CNBC Internasional, dikutip Rabu (20/3/2024).



    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.