Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Danau Toba Asal Mula Peradaban Manusia, Ini Penelitiannya
    Insight News

    Danau Toba Asal Mula Peradaban Manusia, Ini Penelitiannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Maret 2024Updated:23 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian menemukan peristiwa yang membentuk Danau Toba adalah asal mula peradaban manusia. Peristiwa di Toba merupakan pemicu nenek moyang manusia meninggalkan Afrika dan menyebar ke penjuru Bumi.

    Letusan yang membentuk Danau Toba waktu lampau disebut sangat dahsyat dibandingkan dengan Tambora. Kejadian itu melontarkan 2.000 kilometer kubik material dari perut Bumi.

    Peristiwa di Toba menyebabkan pendinginan di seluruh Bumi selama bertahun-tahun. Kabarnya suhu Bumi saat itu mencapai 5 derajat Celcius.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berdasarkan teori yang beredar, letusan gunung berapi itu mengurangi populasi Bumi menjadi hanya kurang dari 10 ribu jiwa. Fenomena itu berhubungan dengan kehidupan di Afrika, menurut Curtis Marean dari Arizona State University.

    Pendapatnya itu berdasarkan penggalian di Afrika, khususnya Shifa-Metema 1 yang berada di tepian anak sungai Nil. Tim Marean menemukan pecahan vulkanik kecil di bekas tempat tinggal saat itu. Bahkan ditemukan lapisan yang diendapkan.

    “Studi ini mengonfirmasi hasil dari Pinnacle Point di Afrika Selatan, letusan Toba mungkin mengubah lingkungan Afrika, namun masyarakat beradaptasi dan bertahan pada perubahan lingkungan karena letusan tersebut,” kata Marean, dikutip dari IFL Science, Jumat (22/3/2024).

    Letusan Toba juga disebut menyebabkan musim kemarau ekstrem di bagian timur laut Afrika. Pada akhirnya masyarakat wilayah tersebut mencari sumber air baru.

    “Saat kehabisan makanan di dalam dan sekitar sumber air pada musim kemarau, mereka kemungkinan besar terpaksa pindah ke sumber air baru,” kata Professor John Kappelman.




    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.