Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Kominfo Belum Umumkan Insentif Frekuensi 5G Buat Operator
    Insight News

    Alasan Kominfo Belum Umumkan Insentif Frekuensi 5G Buat Operator

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Maret 2024Updated:22 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Masa jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika pada periode ini tinggal sebentar lagi. Namun masih banyak PR yang masih belum selesai, termasuk permintaan operator seluler terkait insentif 5G. Operator seluler meminta adanya penurunan PNBP sebanyak 20% dan regulatory charges di bawah 10%.

    Mengenai hal ini, Staf Ahli Menkominfo Budi Arie Setiadi dan Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno mengatakan lelang frekuensi dan insentif yang diberikan kepada operator belum bisa diumumkan karena Kominfo belum menerima rencana bisnis operator.

    Operator seharusnya melakukan perhitungan kelayakan bisnis penggunaan frekuensi yang akan dilelang, yaitu 700 MHz dan 2,6 GHz. Lewat rencana bisnis yang diajukan operator, Kominfo bisa memperkirakan harga perdana yang ditawarkan lewat lelang termasuk insentif yang disediakan. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Jadi kalau pendekatannya industri itu ‘oh saya mempunyai bisnis plan tentang 5G seperti itu. Ini akan layak saya gelar kalo harga frekuensi segini’, ya enggak?” kata Sarwoto saat ditemui di kantor Kominfo, Jakarta, Kamis (22/3/202).

    “Nah tahap ini belum ada, makanya bapaknya [Menkominfo] nunggu.”

    Ia menyebut bahwa berkali-kali Menkominfo sudah sampaikan kalau 5G itu skemanya insentif.

    “Insentif itu artinya apa? Ya pemerintah menerima, menerima PNBP dong. Supaya apa? Supaya industri berkembang dulu, nanti saya ambil [PNBP]-nya belakangan, iya artinya insentif sama dengan investasi pemerintah,” terangnya.

    Sampai saat ini mereka masih menunggu ada operator yang menyatakan jaringan 5G layak digunakan secara bisnis.

    “Untuk itu, frekuensi sebagai cost input. Perkiraan berapa dan skemanya bagaimana,” ujar dia.



    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.