Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Wanita China Hilang Usai Bawa Kabur Rp 100 T Lewat Bitcoin
    Insight News

    Wanita China Hilang Usai Bawa Kabur Rp 100 T Lewat Bitcoin

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Maret 2024Updated:21 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang perempuan diduga mengonversi Bitcoin ke kas tunai dan properti untuk menyembunyikan duit penipuan senilai 5 miliar pound atau setara Rp 100 triliun.

    Aksi pencucian uang ini telah masuk ke persidangan di pengadilan London, Inggris. Jaksa mengatakan perempuan bernama Wen Jian membantu penggelapan duit curian dari 130.000 investor China antara tahun 2014-2017.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Wen Jian dikatakan menjadi salah satu kaki tangan dari skema penipuan yang direncanakan oleh seorang perempuan bernama Wen alias Zhang Yadi. Setelah diselidiki, nama aslinya adalah Qian Zhimin.

    Dalam proses investigasi, kepolisian Inggris menyita dompet digital yang menyimpan 61.000 Bitcoin, dikutip dari Reuters, Kamis (21/3/2023).

    Jumlah itu menjadi penyitaan mata uang kripto terbesar oleh petugas kepolisian di seluruh dunia. 61.000 Bitcoin setara dengan 1,4 miliar pound ketika berhasil diakses kepolisian pada 2021.

    Saat ini nilainya sudah menjadi 3 miliar pound, menurut keterangan jaksa di persidangan Wen.

    Wen menolak tiga tuduhan yang diberikan kepadanya soal pencucian uang. Ia mengatakan tak tahu bahwa Bitcoin yang ia konversi merupakan dana curian. Sebab, Zhang mengatakan kepadanya bahwa aset itu merupakan harta kekayaan pribadinya.

    Saat ini keberadaan Zhang masih belum diketahui.

    Wen dinyatakan bersalah atas satu tuduhan pada awal pekan ini dalam persidangan di Pengadilan Southwark Crown. Hakim belum memberikan putusan pada dua tuduhan lainnya.

    Wen akan disanksi pada bulan depan untuk satu tuduhan pencucian uang yang sudah diputuskan oleh hakim.

    Jaksa Gillian Jones mengatakan Zhang tiba di Inggris pada 2017 setelah otoritas China mulai menginvestigasi kasus penipuan yang melibatkan dirinya.

    Zhang harus secepatnya mengonversi duit curiannya ke dalam Bitcoin agar bisa dibawa keluar China. Lalu, di Inggris ia meminta Wen mengonversinya kembali dalam bentuk tunai.

    Jaksa mengatakan Wen semestinya tahu uang Zhang ilegal. Sebab, Zhang melakukan perjalanan ke negara-negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan China.

    Wen menjawab ia hanya ingin memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya. Pengacaran Wen, Mark Herries, mendeskripsikan Zhang sebagai penjahat super yang terus-terusan berbohong kepada Wen.

    “Zhang memanfaatkan Wen lalu membuangnya,” kata Harries.


    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.