Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Fenomena Ikan Laut Menciut, Ternyata Tanda Kiamat Makin Dekat
    Insight News

    Fenomena Ikan Laut Menciut, Ternyata Tanda Kiamat Makin Dekat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Maret 2024Updated:20 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Masifnya fenomena perubahan iklim berdampak banyak pada seluruh kehidupan makhluk hidup yang menghuninya. Termasuk bagi ikan di Samudra Pasifik bagian utara yang makin lama ukurannya kian menciut.

    Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Tokyo ditemukan sejumlah ikan mengalami penurunan massa badan dalam periode 40 tahun. Selama 1978-2018, tercatat dua kali fenomena ini terjadi.

    Salah satunya pada tahun 1980. Saat itu, lonjakan ikan sarden di Jepang melonjak tajam dan bersaing mendapatkan makanan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ini membuat spesies ikan lain tidak bisa makan lebih banyak. Pada akhirnya membuat pertumbuhan ikan tersebut terhambat.

    Beralih empat puluh tahun kemudian atau tepatnya pada 2010, ukuran ikan makin mengecil. Kali ini penyebabnya adalah karena “kiamat” perubahan iklim, dikutip Next Shark, Rabu (20/3/2024).

    Saat itu terjadi penguatan Stratifikasi Laut dan membatasi aliran nutrisi dari permukaan ke bagian dalam laut. Termasuk juga mengurangi makanan yang dikonsumsi oleh ikan.

    Temuan menunjukkan wilayah perairan Pasifik Utara dikenal sebagai daerah penangkapan ikan terkemuka menghadapi gangguan pada ekosistem laut.

    Mengecilnya ukuran ikan juga harus ditanggapi serius oleh negara yang memiliki budaya memakan makanan laut. Jepang dan sejumlah negara lain perlu memikirkan cara mengurangi dampak pemanasan global yang berdampak pada perubahan kehidupan laut.

    Shin-ichi Ito, penulis studi ini, mengingat kondisi kali ini lebih buruk dari yang terjadi beberapa dekade lalu. Jika tidak diatasi maka kualitas ikan menurun.

    “Jadi kita harus mengambil tindakan untuk bisa menikmati makanan laut yang sehat dan ikan lezat.” pungkasnya.




    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.