Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gerhana Bulan Langka Bakal Terjadi 19 November, Ini Jadwalnya
    Insight News

    Gerhana Bulan Langka Bakal Terjadi 19 November, Ini Jadwalnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 November 2021Updated:17 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Gerhana Bulan akan terjadi di minggu ini dan bisa terlihat di Indonesia. Aktivitas tersebut bisa disaksikan pada Jumat (19/11/2021).

    Andi Pangerang, Pusrissa OR-PA BRIN, menjelaskan Bulan akan tertutup umbra Bumi sebanyak 97,85%. Gerhana Bulan sebagian ini terjadi dekat dengan gugus Pleaides pada konstelasi Taurus.

    Gerhana hari Jumat nanti akan diawali dengan fase Awal Penumbra. Ini terjadi pada pukul 13.00.20 WIB/14.00.20 WITA/15.00.20 WIT.

    “Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase Awal Penumbra dikarenakan Bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit,” tulis Andi Pangerang dikutip dari laman Edukasi Lapan, Rabu (17/11/2021).

    Berikutnya adalah fase Awal Sebagian terjadi pukul 14.18.21 WIB/15.18.21 WITA/16.18.21 WIT. Sama seperti sebelumnya, fase ini tidak akan terlihat di seluruh Indonesia.

    Sementara itu, puncak gerhana Bulan sebagian terjadi pada 16.02.52 WIB/17.02.52 WITA/18.02.53 WIT. Untuk wilayah yang bisa menyaksikan fase puncak antara lain provinsi Papua Barat (kecuali kabupaten kepulauan Raja Ampat), provinsi Papua dan sebagian provinsi Maluku (kota Tual, kabupaten Maluku Tenggara/ Kepulauan Kei, Kabupaten Kepulauan Aru).

    Fase puncak ini bisa diamati dari arah Timur-Timur Laur dekat dengan gugus Pleaides konstelasi Taurus.

    Berikutnya adalah fase akhir Sebagian pada 17.47.23 WIB/18.47.23 WITA/19.47.23 WIT. Wilayah yang bisa menikmati fase tersebut adalah: Pulau Papua, Kepulauan Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Madura, Bali dan Jawa (Kecuali Provinsi Banten, DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

    Selain itu adalah sebagian Provinsi Kepulauan Riau (Kepulauan Natuna dan kepulauan Anambas) dan Provinsi Bangka Belitung (kecuali Kabupaten Bangka Barat). fase ini bisa diamati pada arah Timur-Timur Laur dekat dengan gugus Pleaides konstelasi Taurus.

    Fase Akhir Penumbra dapat disaksikan pukul 19.05.28 WIB/20.05.28 WITA/21.05.28 WIT. Andi Pangerang menuliskan seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikan pada fase ini.

    Sebagai informasi, gerhana Bulan sebagian kali ini adalah aktivitas ke-45 dari 71 gerhanan pada Seri Saros-126. Ini merupakan sekumpulan gerhana dengan interval dua gerhana berurutan yang merupakan siklus Saros.

    Siklus Saros adalah siklus gerhana degan durasi rata-rata selama 18 tahun 11 hari 8 jam. Ini terpaut 223 lunasi atau siklus sinodis Bulan.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.