Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AS Tuding Facebook Jual Obat-Obatan Terlarang
    Insight News

    AS Tuding Facebook Jual Obat-Obatan Terlarang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Maret 2024Updated:17 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kejaksaan Amerika Serikat di wilayah bagian Virginia tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Facebook milik Meta terkait pemberian fasilitas dan pengambilan keuntungan dari penjualan obat-obatan terlarang.

    Laporan Wall Street Journal yang dilansir CNBC mengungkapkan, pihak kejaksaan telah mengirimkan surat panggilan pengadilan tahun lalu dan telah mengajukan pertanyaan sebagai bagian dari penyelidikan terkait kandungan narkoba atau penjualan gelap obat-obatan melalui platform Meta.

    Wall Street Journal juga menambahkan informasi Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) turut membantu penyelidikan tersebut. Meski pun ada termuat catatan kecil bahwa investigas yang dilakukan tak melulu mengarah pada tuntutan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski begitu, surat kabar asal AS itu juga memuat bantahan dari pihak Meta atas laporan dugaan keterlibatan penjualan obat-obatan terlarang. Pihak Meta menyatakan bahwa penjualan obat-obatan terlarang melanggar kebijakan perusahaan.

    “Dan kami berupaya menemukan dan menghapus konten ini dari layanan kami
    Meta secara proaktif bekerja sama dengan otoritas penegak hukum untuk membantu memerangi penjualan dan distribusi obat-obatan terlarang,” kata Juru Bicara Meta dalam laporan Wall Street Journal yang dilansir CNBC, Minggu (17/3/2024).

    Kantor kejaksaan dan juru bicara FDA menolak berkomentar kepada Wall Street Journal. Sementara itu, Meta, FDA dan kantor Kejaksaan Agung Virginia tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

    Sementara itu, Presiden Meta’s bagian Urusan Global, Nick Clegg, mengatakan melalui akun media sosial X bahwa Meta telah bergabung dengan U.S. State Department, the United Nations Office on Drugs and Crime and Snapchat untuk mencegah peredaran obat terlarang di platform online.



    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.