Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Taktik AS Hancurkan Xi Jinping Terungkap Lewat Media Sosial
    Insight News

    Taktik AS Hancurkan Xi Jinping Terungkap Lewat Media Sosial

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Maret 2024Updated:15 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) punya taktik untuk menghancurkan kepemimpinan Xi Jinping lewat internet. Kejadian ini berlangsung di era masa jabatan Donald Trump.

    Dua tahun setelah menjabat, Trump disebut pernah memberi wewenang kepada Badan Intelijen Pusat untuk meluncurkan kampanye rahasia di media sosial China. Tujuannya untuk mengubah opini publik di China terhadap pemerintahnya. Hal ini diungkap oleh mantan pejabat AS yang mengetahui langsung operasi rahasia tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengutip Reuters, tiga mantan pejabat mengatakan, bahwa CIA membentuk tim kecil yang menggunakan identitas palsu di internet untuk menyebarkan narasi negatif tentang pemerintahan Xi Jinping sambil membocorkan informasi intelijen ke outlet berita luar negeri.

    Upaya yang dimulai pada tahun 2019 ini belum pernah dilaporkan sebelumnya. Selama satu dekade terakhir, China dengan cepat memperluas relasi globalnya, menjalin pakta militer, kesepakatan perdagangan, dan kemitraan bisnis dengan negara-negara berkembang.

    Tim CIA mempromosikan tuduhan bahwa anggota Partai Komunis yang berkuasa menyembunyikan uang haram di luar negeri dan mengecam proyek pembangunan yang sarat korupsi.

    Meskipun para pejabat AS menolak memberikan rincian spesifik mengenai operasi ini, mereka mengatakan bahwa narasi itu didasarkan pada fakta, meskipun secara diam-diam dirilis oleh agen intelijen dengan kedok palsu.

    Upaya-upaya di China dimaksudkan untuk menimbulkan paranoia di antara para petinggi di sana.

    Chelsea Robinson, juru bicara CIA, menolak berkomentar mengenai keberadaan program tersebut, termasuk soal pengaruh, tujuan dan dampaknya.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan berita tentang inisiatif CIA menunjukkan pemerintah AS menggunakan ruang opini publik dan platform media sebagai senjata untuk menyebarkan informasi palsu dan memanipulasi opini publik internasional.

    Operasi CIA ini dilakukan sebagai respons terhadap upaya China yang secara agresif selama bertahun-tahun meningkatkan pengaruh negaranya di kancah global.

    Selama masa kepresidenannya, Trump memberikan tanggapan yang lebih keras terhadap China dibandingkan pendahulunya. Kampanye CIA mengisyaratkan kembalinya metode yang menandai perjuangan Washington melawan bekas Uni Soviet.

    “Perang Dingin telah kembali,” kata Tim Weiner, penulis buku tentang sejarah perang politik.




    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.