Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Mau Diblokir, Bos Video Game AS Siap Rebut dari China
    Insight News

    TikTok Mau Diblokir, Bos Video Game AS Siap Rebut dari China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Maret 2024Updated:14 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Polemik yang terjadi antara TikTok dan pemerintah Amerika tak kunjung usai. Hal ini membuat mantan bos video game raksasa AS ikut turun tangan.

    Bobby Kotick, mantan CEO raksasa game Activision, melihat peluang membeli TikTok sebagai tindakan berikutnya, jika Rancangan Undang-undang (RUU) kontroversial yang diajukan ke Kongres disahkan menjadi Undang-undang.

    Kotick, yang meninggalkan Activision tahun lalu setelah diakuisisi oleh Microsoft, telah menyatakan minatnya untuk membeli TikTok kepada Zhang Yiming, salah satu pendiri perusahaan induk ByteDance, dan Sam Altman dari OpenAI. Di mana secara teori, OpenAI dapat memanfaatkan TikTok untuk melatih model AI-nya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengutip Business Insider, keinginan tersebut disampaikan kepada Altman minggu lalu saat makan malam di konferensi Sun Valley. Kotick kabarnya sedang mencari mitra dalam kesepakatan prospektif.

    The Wall Street Journal memperkirakan potensi harga TikTok mencapai ratusan miliar dolar, tapi tawaran dari Kotick bisa saja dipertimbangkan.

    Beberapa politisi Amerika Serikat menyatakan kekhawatirannya, bahwa perusahaan yang berbasis di Beijing, ini akan berbagi data pengguna kepada pemerintah China.

    Terbaru. pada hari ini, Kamis (14/3), badan legislatif Amerika Serikat menyepakati Undang-undang yang memaksa ByteDance menjual TikTok. TikTok bakal diblokir di Amerika Serikat jika masih berada di bawah kepemilikan perusahaan China.

    Reuters melaporkan bahwa isi Undang-undang disahkan oleh House of Representatives Kongres AS yang mengharuskan ByteDance, perusahaan China pemilik TikTok, melepas saham mereka di TikTok dengan tenggat 6 bulan ke depan.

    Undang-undang tersebut disahkan berkat dukungan kedua partai terbesar di AS, yaitu Demokrat dan Republik, dengan perolehan suara 352-65.

    Namun, regulasi tersebut berpotensi menemui hambatan di Senat AS. Menurut Reuters, sebagian anggota Senat AS memilih pendekatan berbeda soal ancaman TikTok terhadap keamanan nasional AS.



    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.