Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tangis Astronaut Pecah Lihat Bumi dari Luar Angkasa
    Insight News

    Tangis Astronaut Pecah Lihat Bumi dari Luar Angkasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Maret 2024Updated:14 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Megan McArthur pernah mengaku menangis saat melihat Bumi dari luar angkasa. Tangis itu karena dia bisa melihat adanya perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi 2021 lalu.

    Pemandangan itu McArthur mengaku dilihatnya langsung dari stasiun antariksa internasional atau International Space Station (ISS). Tiga tahun lalu, banyak tempat di Bumi kebakaran.

    “Kami sangat sedih melihat kebakaran di sebagian besar Bumi, bukan hanya Amerika Serikat,” ujar McArthur, dikutip dari Insider.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kebakaran hutan ini telah diketahui oleh para ilmuwan sejak lama. Termasuk mengingatkan untuk komunitas global dapat bekerja sama menanganinya.

    “Selama bertahun-tahun para ilmuwan dunia telah membunyikan bel alarm ini. Ini adalah peringatan bagi seluruh komunitas global. Butuh seluruh komunitas global untuk mengatasi tantangan ini,” jelasnya.

    Salah satu negara yang mengalami kebakaran hutan itu adalah Amerika Serikat (AS). Bahkan, negara tersebut sampai merekrut lebih banyak petugas pemadam kebakaran.

    Kejadian serupa juga terjadi di beberapa negara lain. Mulai dari Siberia, Yunani, Spanyol hingga Pacific Northwest.

    Deforestasi juga sempat jadi ancaman di Brasil. Simon Evans dari Carbon Brief mengatakan aktivitas pengalihan lahan itu telah terjadi sejak lama.

    Biasanya lahan digunakan untuk pertanian, peternakan, dan kawasan tinggal atau perkotaan. Khusus Brazil, dijalankan kolonialis dengan tujuan menanam tanaman komersial seperti karet, gula, dan tembakau.

    Aktivitas terus dipercepat hingga akhir abad ke-20. Lahan digunakan untuk peternakan sapi hingga perkebunan tanama skala industri seperti kedelai, kelapa sawit, dan penebangan.

    Lahan juga terus tergerus dan berkurang. Amazon dilaporkan melepaskan lebih banyak Co2 daripada menyerapnya selama 10 tahun terakhir.




    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.