Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Pecat Karyawan yang Protes Proyek Genosida Israel
    Insight News

    Google Pecat Karyawan yang Protes Proyek Genosida Israel

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Maret 2024Updated:11 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Google memecat karyawannya yang melakukan protes terbuka soal Israel di sebuah konfrensi teknologi di New York. Peristiwa ini menandakan makin terjepitnya posisi Google dan perusahaan teknologi lain di Silicon Valley karena perbedaan pendapat yang tajam soal isu Israel-Palestina.

    Seorang pegawai Google Cloud melakukan protes terbuka saat Direktur Pelaksana Google untuk bisnis di Israel menyampaikan pidato di sebuah konferensi teknologi di New York. Sang pegawai berteriak, “Saya menolak membangun teknologi untuk digunakan mendukung genosida.” 

    Pegawai Google tersebut kini telah dipecat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    CNBC International menyatakan pemecatan pegawai Google Cloud tersebut hanya satu dari sekian banyak permasalahan yang dihadapi Google sejak Israel memborbadir Gaza.

    Forum pegawai Google diketahui dibanjiri oleh komentar para pegawai soal kontrak militer antara Google dan pemerintah Israel menjelang KTT Hari Perempuan Internasional akhir pekan lalu. Google terpaksa menutup forum online tersebut. Juru bicara Google beralasan forum harus ditutup karena “dipenuhi oleh konten memecah belah yang mengganggu kerja kami.”

    Peran Google sebagai penyedia teknologi untuk militer AS dan negara lain sudah lama menjadi topik hangat di antara para pegawainya, paling tidak sejak 2018. Saat itu, para pegawai memprotes kontrak antara Google dengan Departemen Pertahanan AS yang diberi nama Project Maven.

    Pada 2021, Google diketahui ikut serta dalam Project Nimbus, yaitu layanan komputasi awan dan AI senilai US$ 1,2 miliar untuk pemerintah dan militer Israel. Pegawai Google kembali menyuarakan protes mereka.

    Kemarahan soal peran Google dalam teknologi militer Israel kerap membuat CEO Google Sundar Pichai diserang oleh para pegawai dalam berbagai ajang internal perusahaan.

    Eskalasi krisis di Gaza dalam 5 bulan terakhir membuat kondisi internal Google makin panas.

    Misalnya, 600 pegawai Google menandatangani surat meminta agar Google membatalkan sponsor untuk konferensi Mind the Tech yang dinilai mempromosikan industri teknologi Israel.

    Video para pegawai yang memprotes keterlibatan Google, viral di media sosial. “Tak ada cloud untuk apartheid,” teriak seorang pegawai.




    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.