Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Karyawan Google Curi Rahasia AI, Dijual ke China
    Insight News

    Karyawan Google Curi Rahasia AI, Dijual ke China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Maret 2024Updated:8 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang mantan karyawan Google mencuri teknologi rahasia perusahaan dan dijual ke China.

    Mantan insinyur software itu didakwa atas tuduhan mencuri rahasia dagang AI di Google saat diam-diam bekerja dengan dua perusahaan yang berbasis di China.

    Linwei Ding, seorang warga negara China, ditangkap di Newark, California, atas empat tuduhan pencurian rahasia dagang federal, masing-masing dapat dikenai hukuman hingga 10 tahun penjara.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kasus Ding (38), diumumkan pada konferensi American Bar Association di San Francisco oleh Jaksa Agung Merrick Garland. Bersama dengan para pemimpin hukum lainnya, mereka telah berulang kali memperingatkan tentang ancaman spionase ekonomi China dan masalah keamanan nasional yang ditimbulkan oleh AI dan teknologi berkembang lainnya.

    “Dakwaan hari ini adalah ilustrasi terbaru mengenai sejauh mana afiliasi perusahaan yang berbasis di Republik Rakyat Tiongkok bersedia mencuri inovasi Amerika,” kata Direktur FBI Christopher Wray, dikutip dari APNews, Jumat (8/3/2024).

    “Pencurian teknologi inovatif dan rahasia dagang dari perusahaan-perusahaan Amerika dapat merugikan lapangan kerja dan menimbulkan konsekuensi ekonomi dan keamanan nasional,” imbuhnya.

    Google mengatakan telah menetapkan bahwa mantan karyawan tersebut telah mencuri banyak dokumen dan menyerahkan masalah tersebut ke pihak berwajib.

    Setelah melakukan penyelidikan, pihak Google menemukan bahwa karyawan ini mencuri banyak dokumen, dan raksasa teknologi itu segera menyerahkan kasus ini ke penegak hukum.

    “Kami memiliki perlindungan yang ketat untuk mencegah pencurian informasi komersial rahasia dan rahasia dagang kami,” kata juru bicara Google Jose Castaneda dalam sebuah pernyataan.

    “Kami berterima kasih kepada FBI karena membantu melindungi informasi kami dan akan terus bekerja sama secara erat dengan mereka,” imbuhnya.

    Seorang pengacara yang terdaftar sebagai pengacara Ding tidak memberikan komentar soal kasus ini.

    Kecanggihan AI kini seolah menjadi medan pertempuran utama bagi para pesaing di bidang teknologi. Belum lagi adanya pertanyaan tentang siapa yang mendominasi AI, dapat mempunyai implikasi komersial dan keamanan yang besar.

    Para pemimpin Departemen Kehakiman AS dalam beberapa pekan terakhir telah menyuarakan kekhawatiran mengenai bagaimana pihak asing dapat memanfaatkan teknologi AI untuk memberikan dampak negatif terhadap Amerika Serikat.




    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.