Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Blokir 100 Aplikasi, Startup Ramai-Ramai Ngamuk
    Insight News

    Google Blokir 100 Aplikasi, Startup Ramai-Ramai Ngamuk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Maret 2024Updated:6 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Google memblokir lebih dari 100 aplikasi berbasis India. Alasannya, aplikasi-aplikasi itu dinilai tak memenuhi kebijakan raksasa mesin pencari untuk membayar biaya layanan ketika terjadi transaksi di dalam aplikasi (in-app payment).

    Menanggapi hal ini, kelompok perwakilan startup India (ADIF) meminta lembaga pengawas negaranya untuk memerintahkan Google mengembalikan aplikasi ke Play Store.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kelompok tersebut juga meminta Google menghapus kebijakan yang menyebut startup asal India telah melanggar aturan. Tuntutan tersebut diajukan melalui surat yang dilihat Reuters, dikutip Rabu (6/3/2024).

    Para startup India membawa isu ini ke Komisi Kompetisi India (CCI). Lembaga itu telah menghabiskan berbulan-bulan untuk mempelajari keluhan dari para startup.

    Mereka menuduh Google tak mematuhi aturan yang ditetapkan pada 2022 lalu. Dalam aturan tersebut, Google tak boleh melarang startup menggunakan alternatif pembayaran di luar sistemnya.

    Google membantah telah melanggar aturan itu.

    Kendati demikian, ADIF menyurat ke CCI pada 1 Maret lalu dan mengatakan keputusan Google memblokir ratusan aplikasi berbasis India adalah langkah keliru dan anti-kompetisi.

    “Langkah Google membawa dampak buruk pada pasar,” kata ADIF dalam suratnya.

    Google menolak berkomentar tentang surat tersebut. ADIF dan CCI juga tidak segera mengomentari permintaan komentar.

    Ketegangan antara Google dan startup India bersumbu pada permintaa agar sang raksasa Mountain View berhenti mengambil komisi 11-26% dari setiap pembayaran di dalam aplikasi. Sebelumnya, otoritas meminta agar Google tak memangkas fee sebesar 15-30%.

    Kementerian IT India turut bersuara soal langkah baru Google memblokir ratusan aplikasi buatan talenta lokal.

    “Hal ini tak bisa dibiarkan,” kata Kementerian.




    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.