Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kejayaan TikTok Mulai Runtuh dan Penyebabnya
    Insight News

    Tanda Kejayaan TikTok Mulai Runtuh dan Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Maret 2024Updated:6 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Era kejayaan Tiktok nampaknya akan segera berakhir. Raksasa berbagi video itu dilaporkan segera masuk ke masa stagnan, bahkan cenderung merosot.

    Pertumbuhan Tiktok diketahui mengalami penurunan tahun lalu. Ini berdasarkan laporan dari data terbaru Sensor Tower.

    Tiktok berada di posisi kelima berdasarkan jumlah pengguna aktif bulanan (MUA). Jumlahnya memang masih 3% secara rata-rata kuartalan tahun 2023.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun sebenarnya angka tersebut mengalami penurunan. Yakni mencapai 12% dari periode serupa tahun 2012 lalu.

    Posisinya juga tertinggal dari keluarga besar Meta yang berada di empat besar. Pengguna aktif bulanan terbanyak dunia tahun lalu dipegang Facebook. Berurutan berikutnya adalah WhatsApp, Instagram, dan Messenger.

    Salah satu alasan pertumbuhan Tiktok yang merosot, Slate melaporkan karena iklan yang membludak untuk menawarkan fitur belanja Tiktok Shop. Selain itu akibat banyaknya disinformasi dan spam konten AI di platform.

    Selain itu Tiktok juga mengalami masalah di internal. Mulai dari gesekan, dugaan diskriminasi gender, dan PHK.

    Khusus untuk dugaan diskriminasi gender disebut membuat pertumbuhan dan valuasi Tiktok menurun tahun lalu.

    Bukan hanya itu, Tiktok diketahui kehilangan kontrak dengan Universal Music Group. Ini merupakan rumah bagi lagu populer dari Taylor Swift hingga J Balvin.

    Sementara itu, Slate menuturkan Tiktok akan lenyap. Tak lagi menjadi media sosial, platform akan berganti perannya menjadi platform e-commerce.

    Tiktok tak akan lagi mengantongi pendapatan dari iklan. Di masa depan, perusahaan akan mendapatkan pendapatan dari belanja konsumen dalam aplikasi.




    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.