Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Singapura Bantah Tudingan Main Licik di Konser Taylor Swift
    Inspiring You

    Singapura Bantah Tudingan Main Licik di Konser Taylor Swift

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 Maret 2024Updated:5 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong buka suara soal tudingan bermain licik yang membuat negaranya berhasil menggelar konser Taylor Swift secara eksklusif. Seperti diketahui, Singapura menjadi negara satu-satunya negara di Asia Tenggara yang didatangi penyanyi pop country itu dalam konser The Eras Tour.

    “Agensi (kami) berhasil menegosiasikan perjanjian dengan dia (Swift) untuk datang konser di Singapura dan menjadikan Singapura satu-satunya tempat singgah turnya di Asia Tenggara,” kata Lee saat konferensi pers pada pertemuan puncak regional di Melbourne seperti dikutip Reuters.

    Melansir CNBC (5/4), pernyataan tersebut diutarakan setelah negara tetangga, Thailand, sempat mengeluhkan hal ini. Negara gajah putih menuding Singapura bermain licik demi memboyong Taylor Swift konser di negaranya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pada 16 Februari, Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin menuduh Singapura memberi tim Swift US$ 2 juta hingga US$ 3 juta per pertunjukan, sebagai imbalan karena tidak tampil di kota-kota regional lainnya, menurut The Bangkok Post.

    Pada Senin (4/3), Edwin Tong, Menteri Kebudayaan, Komunitas dan Pemuda Singapura, menolak menjawab tudingan ini. Dia juga tidak mengungkapkan besaran subsidi yang diberikan kepada Swift. Kendati begitu, dia menyatakan jumlahnya tidak setinggi yang diperkirakan.

    “Karena alasan kerahasiaan bisnis, kami tidak dapat mengungkapkan secara spesifik jumlah hibah atau ketentuan hibah tersebut,” katanya.

    Konser Taylor Swift bikin hubungan diplomatik terusik

    Pembayaran hibah kepada promotor Swift telah menjadi duri diplomatik bagi Singapura. Hal ini juga memicu kritik dari negara-negara tetangga yang tak berhasil mendatangkan Swift.

    Anggota Dewan Perwakilan Filipina Joey Salceda mengatakan strategi Singapura ini bukanlah tindakan yang dilakukan oleh negara tetangga yang baik. Dia juga menambahkan bahwa perjanjian semacam itu bertentangan dengan prinsip-prinsip ASEAN.

    Menjawab sindiran itu, Singapura mengatakan, “Ini ternyata merupakan strategi yang sangat sukses. Saya tidak melihat itu sebagai tindakan yang tidak baik,” paparnya.

    Singapura merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang dipilih oleh Taylor Swift untuk melaksanakan konsernya. Tidak tanggung-tanggung, konser The Eras Tour di Singapura akan digelar selama 6 hari, yaitu pada tanggal 2, 3, 4, 7, 8, dan 9 Maret 2024.

    Diperkirakan konser tersebut menghasilkan sekitar US$ 260 juta hingga US$ 372 juta bagi perekonomian negara tersebut, dengan asumsi 70% penonton konser berasal dari luar negeri.



    Artikel Selanjutnya


    Wabah Kutu Busuk Sampai Singapura, Begini Cara Agar Terhindar

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.