Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Algoritma Google Cs Diatur di Publisher Rights Jokowi, Ini Tujuannya
    Insight News

    Algoritma Google Cs Diatur di Publisher Rights Jokowi, Ini Tujuannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Maret 2024Updated:2 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Aturan Publisher Rights menyinggung soal konsep algoritma dalam platform digital. Ini diatur dalam Pasal 5 poin e Peraturan Presiden Nomor 32 tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.

    Berikut isi aturan tersebut:


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Memberikan upaya terbaik dalam mendesain Algoritma distribusi Berita yang mendukung perwujudan jurnalisme berkualitas sesuai dengan nilai demokrasi, kebhinekaan, dan peraturan perundang-undangan”.

    Dirjen IKP Kementerian Kominfo, Usman Kansong menjelaskan Indonesia mencampurkan dua konsep dalam aturan Publisher yakni terkait ekonomi dan algoritma. Terkait algoritma, implementasinya berbeda dengan wilayah lain seperti Eropa.

    “Tidak serigid di Eropa. Di kita bahasanya ‘melakukan upaya terbaik’. Agar algoritma dibuat oleh platform mendukung jurnalisme berkualitas. Di Uni Eropa harus transparan, harus dibuka,” jelasnya, ditemui di kantor Kementerian Kominfo, Jumat (1/3/2024).

    Komite yang dibuat Dewan Pers terkait Perpres ini akan meminta penjelasan platform soal algoritma. Termasuk soal desain algoritma yang digunakan para platform.

    Selain konsep yang dianut di Indonesia, negara lain terbagi ada yang mengatur soal kerja sama ekonomi dan algoritma. Untuk kerja sama ekonomi diadopsi oleh Australia.

    “Kerja sama ekonomi seperti di Australia, news bargaining code, hanya mengatur kerja sama enggak ada urusan berita,” ungkap Usman.

    “Ada model demokratis, mengharuskan platform transparan dengan algoritmanya. Itu kebanyakan di Uni Eropa,” imbuhnya.



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.