Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dulu Raja Kripto Dunia, Kini Kena Wajib Lapor dan Pakai Pelacak
    Insight News

    Dulu Raja Kripto Dunia, Kini Kena Wajib Lapor dan Pakai Pelacak

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Februari 2024Updated:26 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Keseharian pendiri Binance, Changpeng Zhao, bakal makin rumit. Jika tak ingin dijebloskan ke dalam tahanan, Zhao harus menyerahkan paspornya dan mengenakan alat pelacak.

    Persyaratan yang harus diikuti oleh Zhao tertulis dalam kesepakatan penyelesaian kasus di luar pengadilan antara jaksa dan Binance yang akhirnya disetujui oleh hakim.

    Hakim Richard Jones di Seattle menyetujui persyaratan yang harus dipenuhi oleh Binance yaitu denda senilai US$ 1,81 miliar dan menyerahkan US$ 2,51 miliar sebagai aset sitaan. Selain itu, hakim menyepakati perubahan syarat jaminan Zhao.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perubahan tersebut, menurut jaksa, adalah upaya untuk menyesuaikan perintah hakim agar Zhao tidak boleh meninggalkan daratan AS dan terus berada di bawah supervisi petugas pengadilan hingga jadwal sidang pada 30 April.

    Kondisi lain yang ditambahkan adalah Zhao harus memberi tahu rencana perjalanannya 3 hari sebelum meninggalkan rumah, menyerahkan paspornya, dan harus tetap tinggal di “kediaman” yang disetujui. Petugas pra-sidang juga menyarankan agar Zhao mengenakan pelacak lokasi.

    Zhao hingga saat ini masih lepas dari tahanan karena membayar jaminan senilai US$ 175 juta. Pria yang juga dipanggil dengan singkatan namanya, CZ, mengaku bersalah pada November atas tuduhan pencucian uang.

    Pengakuan bersalah Zhao adalah bagian dari kesepakatan Binance dan otoritas hukum AS.

    Binance mengaku bersalah agar penyelidikan kriminal soal aktivitasnya dihentikan oleh penegak hukum Amerika Serikat. Penyelidikan dimulai karena bursa kripto terbesar dunia tersebut tidak melaporkan sekitar 100.000 transaksi mencurigakan yang melibatkan grup yang ditetapkan oleh pemerintah AS sebagai teroris seperti Al Qaeda dan ISIS.

    Selain itu, platform Binance juga digunakan untuk penjualan konten eksploitasi seksual anak dan menjadi penerima sebagian besar kripto hasil pemerasan oleh hacker, yang disebut juga sebagai ransomware.




    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.