Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Raja Chip Amerika Siapkan Amunisi Baru Buat China
    Insight News

    Raja Chip Amerika Siapkan Amunisi Baru Buat China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Februari 2024Updated:23 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Nvidia kini tengah mengembangkan dua sampel chip kecerdasan buatan (AI) baru yang disiapkan khusus untuk pasar China.

    CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan langkah ini merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan dominasi pasarnya di negara yang kini terancam oleh larangan ekspor AS.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Keduanya mematuhi peraturan tanpa izin. Kami menantikan tanggapan pelanggan mengenai hal ini,” kata Huang dalam sebuah wawancara setelah merilis hasil kuartalan Nvidia, dikutip dari Reuters, Jumat (23/2/2024).

    Ia berharap perusahaan akan bersaing dalam bisnis, dan dapat tetap melayani pasar yang ada.

    Huang tidak menyebutkan nama chip atau pelanggannya dan Nvidia tidak segera menanggapi permintaan klarifikasi.

    Buletin industri chip, SemiAnalysis, melaporkan pada November bahwa Nvidia sedang bersiap untuk merilis tiga chip, yakni H20, L20 dan L2, untuk pasar China.

    Chip-chip tersebut mencakup sebagian besar fitur terbaru Nvidia untuk AI. Tetapi sebagian daya komputasinya telah dikurangi untuk mematuhi peraturan baru AS, menurut analisis buletin mengenai spesifikasi chip tersebut.

    Reuters melaporkan awal bulan ini bahwa Nvidia telah mulai menerima pre-order untuk chip H20, yang paling kuat dari tiga chip yang ditujukan untuk pasar Tiongkok, dan distributornya memberi harga yang setara dengan produk pesaing dari Huawei.

    H20 awalnya diharapkan akan dirilis pada November, tetapi ditunda karena masalah yang dihadapi produsen server dalam mengintegrasikan chip tersebut.

    Bisnis Nvidia di China terpukul setelah Washington memperluas langkah-langkah pengendalian ekspor sejak Oktober tahun lalu, yang mencakup lebih banyak pembatasan pengiriman chip Nvidia canggih ke China.

    “Kuartal terakhir ini, bisnis kami menurun secara signifikan karena kami menghentikan pengiriman di pasar [China],” kata Huang saat laporan pendapatan.

    Untuk kuartal fiskal keempat yang berakhir pada 28 Januari, Nvidia mencatat penjualan sebesar US$1,9 miliar di pasar China, termasuk Hong Kong, demikian menurut perhitungan Reuters berdasarkan hasil perusahaan.

    Jumlah tersebut mencapai sekitar 9% dari total penjualan, turun dari 22% pada kuartal sebelumnya ketika perusahaan melaporkan penjualan sebesar US$4 miliar di wilayah tersebut.

    “Kami memperkirakan kuartal ini akan sama. Namun setelah itu, mudah-mudahan, kami dapat bersaing untuk bisnis kami dan melakukan yang terbaik, dan kita akan lihat bagaimana hasilnya.” kata Huang dalam laporan pendapatannya.



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.