Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Raja Handphone RI Berganti Lagi, Bukan Samsung atau Xiaomi
    Insight News

    Raja Handphone RI Berganti Lagi, Bukan Samsung atau Xiaomi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 November 2021Updated:13 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Vivo rajai pasar ponsel di Indonesia dengan pangsa pasar 23%. Padahal pada kuartal sebelumnya Vivo berada di urutan ke-5 dengan market share 12%.

    Menurut Edy Kusuma, Senior Brand Director Vivo Indonesia, selain dukungan online store Vivo, integrasi antara channel modern dan tradisional memberikan kontribusi langsung di kuartal ketiga ini.

    “Di tengah pembatasan yang perlu dilakukan pada kuartal ketiga, channel tradisional Vivo yang tersebar di daerah berperan penting sebagai salah satu basis penjualan utama kami,” terang Edy.

    Posisi Xiaomi sendiri merosot ke posisi keempat dengan pangsa pasar 16% dengan angka pertumbuhan tahunan minus 18. Bila membandingkan dengan kuartal kedua 2021, mereka mampu menguasai 28% pasar HP di Indonesia dengan angka pertumbuhan 112% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

    Di urutan kedua penguasa pasar HP di Indonesia diduduki oleh Oppo. Brand yang akan segera merilis Oppo A95 ini menguasai 22% pangsa pasar dengan nilai pertumbuhan tahunan minus 19%.

    Samsung menjadi satu-satunya brand yang mengalami pertumbuhan postif di kuartal ketiga ini dengan annual growth sebesar 7%. Ini membuatnya berada di posisi ketiga dengan market share sebesar 18%.

    Posisi kelima ada Realme yang punya pangsa pasar 13% naik tipis dari 12% di kuartal kedua. Namun angka pertumbuhan tahunannya minus 18%.

    Adapun secara global, Samsung masih menjadi raja ponsel dunia. Dalam laporan terbaru Canalys, Samsung mempertahankan diri menjadi pemimpin pasar smartphone global. Sementara itu berkat iPhone 13, Apple menggeser Xiaomi dan berada di urutan kedua.

    Laporan Q3 2021 itu memperlihatkan pengiriman smartphone memang merosot 6% akibat kekurangan chipset global. Samsung berhasil tetap jadi nomor satu dengan pengiriman 69,4 juta dan market share 21%. Angka itu naik dari 58 juta dan 18% pada kuartal sebelumnya. Tapi pada Q3 2020 terjadi penurunan, saat itu shipment Samsung menjadi 80,2 juta dan market share 23%.

    Analis Utama Canalys, Ben Stanton mengatakan situasi Android memang kurang cerah dengan adanya penurunan pengiriman mencapai 9%.

    “Tapi nasib vendor beragam. Samsung kembali berjuang dengan pasokan perangkat Galaxy A nya,” ungkapnya.

    Sementara itu Apple berada di urutan kedua dengan pengiriman 49,2 juta dan market share 15%. Ini mengalami kenaikan dari kuartal yang sama di tahun 2020 yakni 43,1 juta dan 12%. Hal sama juga terjadi pada Q2 2021 dengan 45,7 juta dan 14%, serta menggeser Xiaomi yang ada di urutan dua sebelumnya.

    [Dexpert.co.id]

    (hps/hps)



    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.