Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Supernova Paling Terang Muncul Jelang Ramadan
    Insight News

    Supernova Paling Terang Muncul Jelang Ramadan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Februari 2024Updated:23 Februari 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Fenomena supernova paling terang yang pernah tampak di Bumi terjadi beberapa hari menjelang Ramadan. Catatan soal “leadakan cahaya bintang” tersebut ditulis oleh seorang ilmuwan muslim bernama Ali Ibn Ridwan, lebih dari 1.000 tahun silam.

    Supernova paling terang dan intens terjadi pada 1006 M. Cahaya sangat terang hingga terlihat dari seluruh belahan dunia, dari Eropa hingga China.

    Ali Ibn Ridwan, seorang pemuda Mesir berusia 18 tahun, menulis catatan paling detail soal peristiwa astronomi ini. Bahkan, astronom modern menggunakan catatan Ridwan untuk menganalisis fenomena yang diberi nama Supernova 1006 tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Nama lengkap Ridwan adalah Abu ‘l Hasan Ali ibn Ridwan Al-Misri. Ia terkenal sebagai dokter dan astronomi yang rajin menulis. Pada 1006, Ridwan baru memulai sekolah kedokterannya. Namun, ia memang sudah lama tertarik dengan dunia astrologi dan astronomi.

    Ridwan menyebut Supernova 1006 sebagai sebuah “bintang baru.” Dalam pengamatannya, supernova tersebut mulai tampak dari Bumi pada tanggal 17 Syaban 396 H atau 30 April 1006. Cahayanya terlihat sepanjang musim panas. Namun, pada sekitar pertengahan Agustus posisinya sudah terlalu dekat dengan Matahari dan hanya bisa diamati pada siang hari, sehingga sulit terlihat.

    Pengamatan Ridwan soal supernova ditulis di bukunya yang mengomentari Tetrabiblos karya Ptolemy.

    “Saya akan mendeskripsikan tentang sebuah peristiwa yang saya saksikan pada awal masa studi saya. Fenomena ini muncul di [area] rasi bintang Scorpio, berlawanan dengan Matahari. Pada saat itu, Matahari berada 15 derajat dari Taurus dan fenomena berada 15 derajat dari Scorpio. Fenomena ini adalah sebuah lingkaran besar, sekitar 2,5 hingga 3 kali lebih besar dari Venus,” katanya.

    Ia bercerita bahwa langit saat itu bersinar cerah karena cahaya dari supernova tersebut. Intensitas cahayanya sebanding dengan seperempat cahaya Bulan. Posisinya tetap kemudian bergerak tiap hari bersama dengan rasi bintangnya hingga Matahari ada di posisi sekstil (60 derajat) dengannya di Virgo.

    “Saat itu, [fenomena tersebut] langsung hilang.”

    Ridwan kemudian menceritakan posisi Matahari, Bulan, dan planet dengan detail termasuk posisinya dalam derajat dan menit di tiap sektor rasi bintang saat supernova pertama muncul. Catatan detailnya membantu astronom modern untuk menentukan kapan SN 1006 muncul dan menentukan lokasinya di langit.

    Ilmuwan baru menamakan fenomena “bintang baru” yang disaksikan oleh Ridwan sebagai supernova ribuan tahun setelah ia wafat. Supernova adalah ledakan besar yang menandai matinya sebuah bintang.

    Selain Ridwan, peristiwa supernova 1006 juga dicatat oleh pengamat lain dari berbagai belahan Bumi. Biarawan di Swiss menuliskan,”fenomena tersebut kadang mengempis kadang memudar dan kadang hilang.”

    Catatan astronomi China menyatakan supernova tersebut posisinya ada di timur dari konstelasi Lupus, selatan dari Di, dan satu derajat di bagian barat Centaurus. Menurut mereka, cahaya fenomena tersebut setara dengan setengah intensitas pendar Bulan.

    Dari berbagai catatan, astronom modern menyimpulkan bahwa SN 1006 terlihat selama 4 bulan sebelum terhalang cahaya Matahari. Sekitar 7 bulan kemudian, fenomena yang sama terlihat di langit fajar di antara 24 November dan 22 Desember 1107.




    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.