Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mandiri Buka Tempat Tukar Sampah Jadi Duit di Jalan Sudirman
    Insight News

    Mandiri Buka Tempat Tukar Sampah Jadi Duit di Jalan Sudirman

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Februari 2024Updated:22 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Mandiri Capital Indonesia, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., membuka stasiun pembuangan sampah (waste station) di kompleks perkantoran Menara Mandiri. Pegawai perkantoran atau pengelola gedung bisa menggunakan fasilitas tersebut untuk menukar sampah daur ulang dengan poin senilai rupiah.

    Wakil Direktur Utama Mandiri Alexandra Askandar menjelaskan kolaborasi Mandiri Capital Indonesia (MCI) dengan startup Rekosistem tersebut adalah bagian dari komitmen Mandiri menuju net zero emission.

    Mandiri memiliki dua target net zero emission, yaitu operasional pada 2030 dan finansial pada 2060. Ia menjelaskan target tersebut bisa dicapai dengan beragam cara, tidak melulu dari sisi pendanaan hijau. Mandiri juga mendorong pencapaian ESG lewat proses bisnis dan operasional.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ini enggak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan beberapa pihak terutama perusahaan anak. Menurut kami [waste station adalah] satu terobosan luar biasa yang perlu didukung bersama,” kata Alexandra, Rabu (21/2/2024).

    CEO Mandiri Capital Indonesia Ronald Simorangkir menjelaskan bahwa perusahaan rintisan di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) kini menjadi salah satu incaran MCI.

     “MCI saat ini juga punya dana kelolaan yang fokusnya pada iklim, yaitu global climate tech fund,” kata Ronald.

    Fasilitas penukaran sampah MCI di Menara Mandiri menerima segala jenis sampah anorganik yang bisa didaur ulang. 

    Ernest Christian Layman, CEO Rekosistem, menjelaskan bahwa sistem penukaran di fasilitas tersebut sangat sederhana. Waste Station menerima sampah dalam kondisi tercampur selama merupakan sampah anorganik yang bisa didaur ulang, seperti botol plastik, kaleng, gelas, hingga minyak jelantah.

    Masyarakat cukup memilah antara sampah anorganik yang bisa didaur ulang dengan sampah lain. MCI dan Rekosistem menargetkan mengumpulkan sekitar 6 ton sampah per hari di Waste Station Menara Mandiri.

    Ernest mengklaim bisnis pengolahan sampah sebetulnya sangat menguntungkan. Buktinya, industri pengelolaan sampah saat ini didukung oleh banyak perusahaan swasta di bidang transportasi sampah hingga lapak sampah.

    Permasalahan sistem pengelolaan sampah di Jakarta dan wilayah lain di Indonesia belum terintegrasi. Ia mengklaim sistem yang dikelola Rekosistem sudah menguntungkan.

    “Makin banyak lokasi, operasional makin murah karena densitas truk makin penuh. Kini [profit margin] kami double digit, feasible. Jadi 3P  itu bisa dicapai,” kata Ernest.


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.