Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Studi Ungkap Ketakutan Terbesar Gen Z, Tak Disangka
    Insight News

    Studi Ungkap Ketakutan Terbesar Gen Z, Tak Disangka

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Februari 2024Updated:21 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebanyak 43% pekerja lintas generasi mengaku khawatir posisi mereka akan digantikan oleh generasi lebih muda yang memiliki keterampilan lebih unggul dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Hal tersebut diungkap sebuah studi dari perusahaan pembelajaran teknologi, D2L. Ternyata, bukan milenial atau baby boomer yang paling khawatir soal isu ini.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut laporan D2L, pekerja gen Z adalah yang paling takut posisi mereka tergantikan generasi di bawah mereka dalam beberapa tahun mendatang. Pasalnya, generasi lebih mudah yang lebih awal mengadopsi teknologi AI ditakutkan akan punya keterampilan lebih cakap.

    Dalam data, sebanyak 52% gen Z mengaku khawatir posisi mereka tergantikan oleh generasi lebih muda. Lalu disusul 45% pekerja milenial dan 33% pekerja gen X.

    “Apa yang terlihat dari laporan ini menunjukkan ada peluang bagi pemberi kerja untuk membantu karyawan mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” kata VP of Wave di D2L, Sasha Thackaberry, dikutip dari Supply Chain Dive, Rabu (21/2/2024).

    “Pemberi kerja perlu memberikan para karyawan kepercayaan diri untuk melanjutkan kontribusi yang lebih bermakna dalam menjalankan peran mereka,” ia menambahkan.

    Thackaberry memberi contoh, perusahaan bisa memberikan pelatihan dalam penggunaan AI-generatif yang lebih efisien di tempat kerja. Tak terbatas di situ, perusahaan bisa memberikan pembekalan untuk mengasah keterampilan karyawan dalam menghadapi perubahan zaman.

    Studi D2L mengambil sampel 3.000 karyawan full-time dan part-time di AS. Sebanyak 60% mengatakan mereka berniat menggunakan tool AI-generatif lebih sering di lingkungan kerja mulai tahun depan.

    Sebanyak 49% mengatakan sudah menggunakan AI-generatif setidaknya sekali seminggu di kantor. Sementara itu, 52% mengatakan sudah memanfaatkan tool AI di luar kepentingan kantor.

    Di saat bersamaan, 37% mengatakan belum pernah menggunakan tool AI sama sekali.

    Dalam persiapan menghadapi perubahan masa depan, para pekerja gen Z mengatakan ingin mengambil kursus singkat untuk pengembangan skill pada tahun depan.

    Sebanyak 26% pekerja gen Z dan 24% pekerja milenial berniat mengikuti 6-10 kursus dalam 12 bulan ke depan. Angka itu lebih tinggi ketimbang 12% pekerja gen X yang punya niat serupa.



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.