Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Kasih Pesan Menohok ke AS Usai Ucapan Heboh Bos FBI
    Insight News

    China Kasih Pesan Menohok ke AS Usai Ucapan Heboh Bos FBI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Februari 2024Updated:20 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Direktur FBI Christopher Wray terang-terangan menyebut soal ancaman berbahaya dari China di Konferensi Keamanan Munich. Wray mengatakan China makin gencar menanam ‘senjata’ malware di jaringan infrastruktur vital Amerika Serikat (AS).

    Wall Street Journal melaporkan Wray menyebut skala serangan China telah masuk ke tahap lanjut yang belum pernah terjadi sebelumnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Klaim tersebut langsung membuat China bereaksi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, membantah tuduhan AS. Ia mengatakan bahwa China menentang dan menindak tegas segala bentuk serangan siber sesuai dengan hukum yang berlaku.

    Ia juga mengatakan Komando Pasukan Siber AS justru yang secara terbuka menyatakan bahwa infrastruktur penting negara lain sah menjadi target serangan siber mereka, dikutip dari GlobalTimes, Selasa (20/2/2024).

    Wray ditunjuk oleh mantan Presiden AS Donald Trump dan dipertahankan oleh pemerintahan Biden. Ia mengikuti pendekatan pendahulunya dalam memandang FBI sebagai tongkat, dan kadang-kadang menggunakan kekuatannya untuk mengatasi kekhawatiran terkait China.

    Hal tersebut diungkap seorang pakar studi AS yang tidak ingin disebutkan namanya. Pakar menyebut FBI sengaja membesar-besarkan informasi terkait ancaman asing.

    Dengan begitu, makin banyak kekuasaan dan uang yang akan mereka terima, karena ini adalah aturan dalam politik AS, diungkap pakar tersebut.

    Lebih lanjut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China lainnya, Wang Wenbin mengatakan bahwa AS terlalu terobsesi menuduh negara lain sebagai biang kerok kejahatan siber.

    Hal ini, kata dia, makin menunjukkan jati diri AS yang sebenarnya. “AS adalah sumber risiko siber nomor satu di dunia,” kata dia.

    Lebih lanjut, Wang mengatakan pemerintahan Biden telah membiayai banyak organisasi penyerangan siber untuk melakukan serangan ke lembaga pemerintahan dan organisasi penting di banyak negara dunia.

    Sejalan dengan itu, Mao mengatakan bahwa agen keamanan siber China melaporkan pada akhir tahun lalu bahwa pemerintah AS telah melancarkan serangan siber jangka panjang yang menargetkan infrastruktur kunci di China.

    Ia meminta AS untuk menghentikan aksi spionase dan serangan siber ke negara-negara lain. Ia juga mengimbau agar AS tak lagi menuduh negara lain terkait kejahatan siber.




    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.