Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ketik Teks Jadi Video, Cek Hasil Karya Baru Pencipta ChatGPT
    Insight News

    Ketik Teks Jadi Video, Cek Hasil Karya Baru Pencipta ChatGPT

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2024Updated:17 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Pencipta ChatGPT, OpenAI, baru merilis platform baru mereka yang bernama Sora. Sora menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menerjemahkan perintah teks (prompt) menjadi video.

    Cara kerja Sora mirip dengan DALL-E, yang digunakan untuk menciptakan gambar. Pengguna cukup menulis adegan yang diinginkan, Sora kemudian menerjemahkan perintah itu menjadi klip video definisi tinggi. Sora bisa membuat klip video berdasarkan gambar, memperpanjang video yang sudah jadi, dan mengisi frame yang kosong di suatu video. Sora saat ini hanya bisa menciptakan video berdurasi hingga 1 menit.

    “Sora berfungsi sebagai fondasi untuk model yang dapat memahami dan menciptakan simulasi dunia nyata,” kata OpenAIdalam pengumuman di blog resminya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    OpenAI saat ini baru menyediakan Sora untuk kelompok kecil yang disebut sebagai “red teamers.” Mereka bertugas sebagai penguji “keselamatan”, mencari celah di dalam model Sora yang bisa dieksploitasi untuk menciptakan misinformasi dan bias.

    Kemunculan Sora adalah bagian dari upaya OpenAI mencapai “multimodality” yaitu membuat model AI yang bisa menggabungkan teks, gambar, dan video.

    Video adalah tahap selanjutnya dari pengembangan layanan AI generatif, setelah  chat robot (chatbot) dan pencipta gambar. Sebelum OpenAI, Meta dan Google sudah memiliki platform AI masing-masing.

    Google meluncurkan platform video yang diberi nama Lumiere pada Januari. Amazon memiliki Create di Alexa, yang khusus menciptakan video animasi pendek untuk anak. Kemudian, ada produk hasil karya startup bernama Stability AI, yang diberi nama Stable Video Diffusion.

    Kemunculan video hasil karya AI juga memunculkan kecemasan atas peredaran deepfake, yaitu konten buatan AI yang sangat menyerupai gambar, suara, dan video asli. Menurut Clarity, jumlah deepfake yang beredar di internet naik 8 kali lipat dalam setahun terakhir. Banyak pihak cemas deepfake digunakan untuk mengganggu proses pemilu di berbagai negara.

    OpenAI menyatakan mereka membangun “detection classifier” yang bisa mengidentifikasi klip video buatan Sora. Video buatan Sora juga ditanami “metadata” sehingga bisa dikenali sebagai konten buatan AI. Sistem seperti ini juga digunakan oleh Meta untuk mengidentifikasi gambar karya AI.

    “Dunia ini multimodal. Jika Anda berpikir cara manusia memahami dan berinteraksi dengan dunia, kita melihat, mendengar, dan berbicara. Dunia ini lebih besar dari sekadar teks. Jadi bagi kami, teks dan kode selalu terasa tidak lengkap,” kata COO Brad Lightcap kepada CNBC International.



    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.