Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Kalah, Ini Primadona Baru Kebanggaan Joe Biden
    Insight News

    Google Kalah, Ini Primadona Baru Kebanggaan Joe Biden

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Februari 2024Updated:16 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa chip AI asal AS, Nvidia kian perkasa di antara perusahaan teknologi lain. Terbaru, Nvidia berhasil menyalip Google sebagai perusahaan paling bernilai ketiga di Negeri Paman Sam.

    Bukan hanya Google, sebelumnya Nvidia juga berhasil menyalip Amazon. Hasil tersebut baru pertama kali didapatkan Nvidia dalam dua dekade terakhir, dikutip dari Reuters, Kamis (15/2/2024).

    Nvidia berhasil mengantongi 80% pasar chip AI kelas atas. Ini mendorong harga sahamnya melonjak 47% untuk tahun ini dan naik tiga kali lipat sepanjang 2023.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Reuters mencatat Nvidia jadi penerima manfaat utama dalam perlombaan perusahaan teknologi yang memasukkan unsur Artificial Intelligence (AI) dalam produk dan layanannya. Selama dua tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan memang jadi primadona dan banyak perusahaan yang mengadopsinya.

    Perlombaan untuk mendominasi teknologi AI menjadi pertarungan besar bagi AS dan China. Nvidia menjadi salah satu perusahaan yang penting untuk mengamankan posisi AS sebagai raja teknologi AI di dunia, ketika China pelan-pelan mulai gencar mengembangkan teknologi tersebut. 

    AS juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menghambat perkembangan teknologi AI China. Salah satunya dengan memblokir akses chip dan alat pembuat chip canggih asal AS dan negara sekutu ke China. 

    Laporan kuartalan Nvidia, menurut Reuters, jadi yang paling diawasi di Wall Street. Jika laporannya tak baik, maka bisa jadi mimpi buruk bagi perusahaan teknologi dan dapat melemahkan reli AI di sana.

    “Pasar mengakui Nvidia jadi raja AI. Namun jika laporan Nvidia buruk, tidak melebihi ekspektasi investor, maka produk bisa terjual 20% atau 30% dalam satu sesi setelah jam kerja,” kata CEO Longbow Aset Management, Jake Dollarhide.

    Rata-rata analis memperkirakan pendapatan kuartal fiskal Nvidia bulan lalu meningkat lebih dari tiga kali lipat atau menjadi US$20,37 miliar (Rp 318,4 triliun). Alasannya, berdasarkan data LSEG, karena didorong permintaan chip AI kelas atasnya.

    Untuk laba bersih yang disesuaikan diperkirakan US$11,38 miliar (Rp 177,8 triliun). Angka tersebut melonjak lebih dari 400%.



    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.