Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hoaks Pemilu 2024, Begini Cara Kominfo Atasi
    Insight News

    Hoaks Pemilu 2024, Begini Cara Kominfo Atasi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Februari 2024Updated:14 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani mengatakan bahwa platform digital punya program khusus untuk konten-konten pada Pemilu 2024. Para penyedia platform ini, menurutnya, punya kepentingan yang sama yaitu bagaimana nilai demokrasi di Indonesia meningkat.

    “Mereka punya user guideline-nya, nanti (konten yang melanggar) dicoret atau dikasih warning. Mereka kan sudah ada dua sistemnya,” kata Semuel dalam program Profit di CNBC Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ia mengungkap bahwa Kominfo dan platform digital punya sistem sendiri yang saling terhubung untuk berkomunikasi jika ingin melakukan takedown konten yang melanggar.

    “Kita mengajukannya (take down konten) itu tidak mudah, kita harus menjelaskan permasalahan konten ini apa, Undang-undang apa yang dilanggar konten ini, agar mereka mau melakukan takedown,” jelasnya.

    Pria yang akrab disapa Semmy ini menegaskan bahwa yang melakukan takedown bukan dari pihak Kominfo tapi dari platform tersebut.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan, kerjasama antara Kominfo dan platform digital sudah dibangun cukup lama. Mereka punya semacam sistem, sehingga tidak lagi dilakukan secara manual.

    “Jadi kita punya yang bisa langsung telepon ke mereka, atau satu sistem kita nyambung dengan sistem mereka jadi sudah machine to machine ‘eh ini ada konten tolong di review’,” ujar dia.

    Kominfo juga bekerjasama dengan lembaga terkait pemilu seperti Bawaslu dan KPU, serta penegak hukum dalam hal ini cybercrime, untuk memastikan ruang digital bersih dari hal-hal seperti ujaran kebencian.

    “Kita tidak akan mentolerir yang dapat menimbulkan pertentangan ke masyarakat.” ujarnya.




    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.