Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Satelit Satria 1 Belum Beroperasi Penuh, Ini Alasannya!
    Insight News

    Satelit Satria 1 Belum Beroperasi Penuh, Ini Alasannya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Februari 2024Updated:7 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id –Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berhasil dirampungkan pada tahun 2023 adalah peluncuran Satelit Satria 1. Namun, pengoperasian penuh satelit yang berfungsi memperluas jangkauan internet ini masih terkendala ketersediaan listrik di sejumlah wilayah Indonesia.

    Asisten Deputi Ketahanan Kebencanaan dan Pemanfaatan Teknologi, Kemenko Perekonomian Muksin mengatakan PSN satelit Satria 1 ini memakan anggaran hingga Rp 6,9 triliun. Satelit canggih ini, kata dia, mengorbit di ketinggian 36 ribu kilometer di atas permukaan bumi dan mampu memberikan akses internet ke seluruh Indonesia.

    “Satelit ini menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS),” kata Muksin di kantornya, Jakarta, Rabu, (7/2/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut Muksin, untuk menjalankan fungsinya memberikan akses internet,satelit ini harus dilengkapi dengan 11 stasiun di bumi. Sejumlah stasiun saat ini telah dibangun di Batam, Jayapura dan Manokwari, serta beberapa wilayah lainnya.

    Muksin mengatakanpemerintah sebenarnyamenargetkanbahwa operasi penuh satelit ini seharusnya dilakukan pada Januari. Satelit, kata dia, akan berfungsi untuk memberikan akses internet untuk layanan publik, seperti puskesmas dan sekolah di daerah-daerah pelosok.

    Namun, dalam pelaksanaannya ternyata terdapat kendala. Kendala itu, kata dia, bukan berasal dari satelit itu sendiri. Melainkan dari kondisi infrastruktur di daratan yang bertugas menangkap sinyal dari satelit ini. Menurut dia, infrastruktur di daratan belum bisa berfungsi maksimal karena ada sejumlah daerah yang belum mendapatkan aliran listrik.

    “Masih butuh waktu karena salah satu kendala di lapangan adalah ketersediaan listrik, internet ini harus ada listriknya. Problemnya muncul ketika daerah itu belum terjangkau oleh listrik,” kata dia. Meski demikian, dia meyakini dalam waktu yang tidak lama pemerintah akan memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah-daerah tersebut.

    Pemerintah resmi meluncurkan Satelit Satria 1 pada Minggu (18/6) di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat, atau waktu setempat atau Senin (19/06/2023) pukul 05:04 WIB waktu Indonesia.

    SATRIA-1 diluncurkan dengan roket Falcon 9 milik Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX). Satelit itu merupakan satelit multifungsi pertama milik Pemerintah dengan kapasitas terbesar di Asia.

    Satelit multifungsi milik Pemerintah itu akan menempati orbit 146°BT tepat di atas Pulau Papua. Pemerintah mengharapkan agar peluncuran SATRIA-1 berhasil dan bisa mendukung akselerasi transformasi digital nasional.


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.