Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gaya Penipuan Baru 2024, Duit Rp 402 M Hilang Seketika
    Insight News

    Gaya Penipuan Baru 2024, Duit Rp 402 M Hilang Seketika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Februari 2024Updated:6 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang karyawan di firma keuangan multinasional di Hong Kong menjadi korban penipuan online dengan modus baru. Ia tertipu dan rekeningnya terkuras sebesar US$ 25,6 juta atau sekitar Rp 393 miliar.

    Adapun modus penipuan itu melibatkan teknologi deepfake yang marak gara-gara pengembangan sistem kecerdasan buatan (AI). Deepfake merupakan teknik memodifikasi atau menciptakan konten visual berupa foto dan video dengan bantuan AI.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Biasanya, hasil ramuan tool deepfake bisa sangat realistis dan sulit dibedakan dengan konten asli. Hal ini bisa menimbulkan kesalahan persepsi bagi orang yang melihatnya.

    Di Indonesia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pernah menjadi korban deepfake. Video Jokowi pidato dalam bahasa Mandarin sempat viral di internet dan menimbulkan kontroversi. Padahal, video itu adalah deepfake buatan AI.

    Kembali ke kasus penipuan yang merugikan seorang karyawan keuangan, modus penipu menggunakan deepfake dan berpura-pura sebagai CFO perusahaan.

    Kepolisian Hong Kong mengatakan sang CFO palsu melakukan panggilan video konferensi. Korban yang mengikuti panggilan video itu melihat ada banyak karyawan lain yang bergabung di dalam konferensi tersebut.

    “Ternyata semua orang di dalam panggilan video itu adalah palsu,” kata Baron Cahn Shun-ching, anggota kepolisian Hong Kong.

    Sebelum ikut dalam video call tersebut, sang korban mendapat email yang seakan-akan berasal dari CFO perusahaan cabang Inggris. Dalam email itu, disebutkan perusahaan cabang Hong Kong perlu melakukan transaksi rahasia.

    Sebenarnya korban sudah curiga ini adalah phising. Namun, setelah bergabung dalam video call dan melihat karyawan lain ada di sana, ia yakin bahwa email itu benar.

    Ia akhirnya setuju menransfer duit senilai HKD 200 juta atau sekitar US$ 25,6 juta, kata petugas kepolisian.

    Ini bukanlah kasus pertama penipuan yang memanfaatkan deepfake untuk mengelabui korban. Kepolisian Hong Kong mengatakan sudah melakukan 6 penangkapan yang berhubungan dengan penipuan bermodus serupa.



    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.