Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peringatan Petaka Baru, Raksasa Teknologi Puyeng
    Insight News

    Peringatan Petaka Baru, Raksasa Teknologi Puyeng

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Februari 2024Updated:5 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tingginya minat raksasa teknologi untuk mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) memiliki tantangan besar pada tahun ini.

    Foxconn yang merupakan pabrik komponen dan perakitan perangkat teknologi buka-bukaan soal risiko kelangkaan chip AI.

    Hal tersebut diungkap oleh Komisaris Utama Foxconn, Liu Young-way. Bersamaan dengan itu, Foxconn yang merupakan pemasok utama iPhone untuk Apple, mengatakan performa bisnisnya sepanjang tahun lalu cukup baik. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kami cukup baik tahun lalu, meski pada kuartal pertama 2023 sempat menghadapi penurunan signifikan” kata Liu, dikutip dari Reuters, Senin (5/2/2024).

    “Mengenai prospek tahun ini, saya pikir mungkin sedikit lebih baik dari tahun lalu,” dia menambahkan.

    Namun, Foxconn juga bersiap menghadapi tantangan lain pada 2024. Liu menyoroti soal permintaan chip AI yang menurutnya akan meningkat.

    Sayangnya, permintaan ini akan berhadapan dengan masalah geopolitik. Selain itu, kapasitas produksi yang terbatas kemungkinan tak bisa menandingi lonjakan permintaan yang membludak.

    Liu mengatakan solusinya sebetulnya simpel. “Kalau ingin memenuhi permintaan mungkin perlu ada pabrik baru,” kata dia.

    Foxconn akan melaporkan pendapatan kuartal keempat bulan depan. Perusahaan juga akan memperbarui prospek bisnisnya untuk tahun 2024.

    Sementara itu, Apple yang merupakan klien terbesarnya memperkirakan penjualan iPhone kembali lesu tahun ini. Bahkan, pendapatannya ‘hanya’ US$6 miliar, atau di bawah ekspektasi Wall Street karena bisnisnya terpuruk di China.

    Sejumlah analis mengatakan iPhone kemungkinan akan kehilangan kekuatan di China. Sebab, pasar utamanya di Asia itu akan lebih memilih membeli ponsel lipat atau smartphone buatan lokal seperti Huawei dan Xiaomi.



    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.