Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»BMKG Warning Cuaca Ekstrem Saat Coblos Pemilu 2024 di Wilayah RI
    Insight News

    BMKG Warning Cuaca Ekstrem Saat Coblos Pemilu 2024 di Wilayah RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Februari 2024Updated:3 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Hari pencoblosan Pemilu akan jatuh pada 14 Februari 2024. Menurut BMKG, cuaca ekstrem berpotensi melanda Jawa Barat pada hari tersebut.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan curah hujan tertinggi. Selain itu, Jawa Barat juga memiliki penduduk terpadat di Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dwkorita mengimbau Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan sejumlah mitigasi agar pencoblosan Pemilu 2024 dapat berjalan lancar. Hal itu ia sampaikan usai beraudiensi dengan Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, di Gedung Sate, Bandung, Senin (29/1), dikutip dari CNN Indonesia.

    “Kunjungan BMKG hari ini adalah untuk menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi puncak musim hujan yang di akhir Januari hingga Maret mendatang. Apalagi kita akan punya hajat besar, pemungutan suara Pemilu 2024,” kata Dwikorita.

    “Tentunya kita berkoordinasi dengan Pak Gubernur, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), bagaimana upaya mitigasi agar curah hujan yang tinggi tidak menimbulkan bencana dan mengganggu hajat nasional kita,” ia menambahkan.

    Hujan ekstrem di Wilayah Indonesia

    Meski musim hujan ini berlangsung normal tanpa anomali, Kepala BMKG mengingatkan soal hujan ekstrem harian yang kadang-kadang tiba. Curah hujannya dapat mencapai 150 milimeter per hari.

    BMKG sendiri membagi intensitas hujan ke berbagai level, yakni:

    + 0.5 – 20 mm/hari (hijau): Hujan ringan

    + 20 – 50 mm/hari (kuning): Hujan sedang

    + 50 – 100 mm/hari (oranye): Hujan lebat

    + 100 – 150 mm/hari (merah): Hujan sangat lebat

    + >150 mm / hari (ungu): Hujan ekstrem

    Dwikorita menyebut hujan tersebut dapat menyebabkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor jika tidak diantisipasi sejak awal. Ia pun menyinggung riwayat banjir bandang di Bandung bulan lalu.

    “Contohnya seperti banjir bandang yang terjadi di kawasan Braga (Kota Bandung) beberapa waktu lalu yang diduga karena terjadi penyumbatan di sungai di daerah hulunya,” ungkap dia.

    Berdasarkan Prakiraan Curah Hujan Dasarian I sampai III (30 harian) Februari, BMKG memprediksi beberapa titik curah hujan tinggi (150 hingga 300 mm).

    Wilayah ‘ekstrem’ itu memanjang dari sekitar utara Kabupaten Bekasi Purwakarta, Subang, Majalengka, Cirebon, Kuningan. Pusat hujan ekstrem itu terutama ada di sekitar Gunung Ciremai.

    Sementara, daerah lainnya di Jabar terpantau punya curah hujan menengah. Contohnya, Bandung dan Sukabumi (50-75 mm), Indramayu (100-150 mm), dan Tasikmalaya (75-100 mm).

    Pihaknya pun menyarankan aksi mitigasi banjir bandang berupa pembersihan saluran air atau drainase, pembersihan sungai dari material penghambat/sumbatan berupa batu, tanah, kayu, ranting pohon, dan sampah.




    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.