Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kiamat TV Analog, 3,9 Juta Warga Miskin Belum Dapat STB Gratis
    Insight News

    Kiamat TV Analog, 3,9 Juta Warga Miskin Belum Dapat STB Gratis

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Februari 2024Updated:3 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkap total sudah ada 1,7 juta set-top-box (STB) gratis yang dibagikan kepada rumah tangga miskin.

    Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ditjen PPI Indra Maulana mengatakan, sampai Desember 2023 total ada 1.778.309 STB yang sudah dibagikan ke rumah tangga miskin oleh pemerintah dan lembaga penyiaran swasta (LPS).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lebih detail, Indra memaparkan, bantuan STB dari pemerintah sendiri sudah ada 1.357.178 yang disalurkan. Sementara dari LPS baru sekitar 421.131 STB yang dibagikan.

    Jumlah tersebut masih jauh dari target awal yakni 5.687.938. Artinya, masih ada sekitar 3,9 juta warga miskin yang belum mendapatkan STB gratis.

    “Kita melakukan sinergi dan sudah dibagikan, jumlahnya hanya 10 persen yang sudah dibagikan lembaga penyiaran swasta,” kata Indra dalam acara Ngopi Bareng Kominfo di Kantor Kominfo, Jakarta, Jumat (2/2/2024).

    Tapi kemudian mereka juga membuka mekanisme by request, dan ketika membuka posko-posko distribusi STB di 341 kabupaten kota, permintaan yang masuk sudah dipenuhi semua. Namun ada beberapa faktor yang membuat masyarakat tidak menerima bantuan tersebut.

    “Kemungkinan ketika itu ada masyarakat yang belum dapat dan tidak datang atau ketika petugas melakukan door to door, namanya data rumah tangga miskin kadang-kadang mereka sudah pindah kontrakan atau gimana. Nah belum terdistribusi ini apa yang jadi komitmen penyelenggara MUX (multiplexing),” jelasnya.

    “Ini yang terus kami sinergikan dengan LPS,” imbuhnya.

    Ia mengatakan, Kominfo masih memonitor baik penyelesaian komitmen LPS maupun kebutuhan dari masyarakat.

    Menurut dia sampai saat ini tingkat penetrasi digital di seluruh wilayah Indonesia sudah mencapai 90 persen, sudah kembali dari masa sebelum migrasi dari analog ke digital. Artinya kebijakan kebijakan Analog Switch-Off (ASO) sudah berjalan dengan sukses.

    Tapi Kominfo juga tetap melakukan monitor, jangan sampai ads masyarakat yang tidak dipenuhi haknya. Sampai sekarang, ia menyebut belum ada permintaan dari masyarakat.

    “Kalau ada permintaan yang masuk dan tidak dipenuhi artinya ada pelanggaran di situ maka kami akan memberikan sanksi tambah sanksi lain yang diberikan (kepada LPS).” pungkasnya.



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.