Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tesla Buang Sampah Sembarangan, Bayar Rp 23,5 Miliar
    Insight News

    Tesla Buang Sampah Sembarangan, Bayar Rp 23,5 Miliar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Februari 2024Updated:3 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tesla sepakat membayar US$ 1,5 juta (Rp 23,5 miliar) sebagai sanksi “salah kelola” limbah beracun di negara bagian California, Amerika Serikat.

    Nilai denda yang dibayar Tesla kecil jika dibandingkan dengan laba perusahaan yang mencapai US$ 7,93 miliar (Rp 124,27 triliun) pada kuartal terakhir 2023.

    Penuntut umum yang mewakili 25 wilayah di California telah melayangkan gugatan atas Tesla ke pengadilan pada awal pekan. Dalam aduan mereka, penuntut umum menuduh Tesla “secara sengaja membuang dan menyebabkan pembuangan limbah beracun” di lokasi yang “tidak ditetapkan” sebagai tempat pembuangan material beracun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Material yang dibuang meliputi berbagai limbah termasuk baterai timbal asam bekas, cat, dan oli yang digunakan dalam servis kendaraan dan manufaktur.

    Gugatan tersebut juga menyatakan Tesla tidak melabeli limbah beracun yang mereka hasilkan, gunakan, hingga simpan di fasilitas mereka. Pegawai Tesla juga tidak terlatih dalam penanganan limbah beracun.

    Denda US$ 1,5 juta termasuk penalti senilai US$ 1,3 juta dan US$ 200 ribu untuk biaya ganti rugi. Selain biaya penyelesaian damai, Tesla juga harus taat terhadap perintah spesifik selama lima tahun ke depan.

    Tesla harus melatih pegawai mereka dan harus membayar pihak ketiga untuk melakukan audit atas limbah yang dihasilkan fasilitas produksi mereka setiap tahun. Audit akan berlanjut hingga 5 tahun ke depan termasuk inspeksi atas tempat pembuangan sampah dan limbah berbahaya Tesla.

    Reputasi Tesla soal perlindungan lingkungan hidup memang buruk. Political Economy Research Institute menempatkan Tesla di posisi ke-89 di daftar 100 penghasil polusi paling buruh.

    Pendiri dan CEO Tesla, Elon Musk, juga kerap dikritik soal kebiasaannya menggunakan pesawat jet milik pribadi. Pada 2022, Tesla membayar penalti US$ 275 ribu ke lembaga perlindungan lingkungan hidup AS (EPA) karena melanggar standar emisi udara.




    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.