Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Inti Bumi Berhenti Berputar Lalu Berbalik Arah, Dampaknya Terasa
    Insight News

    Inti Bumi Berhenti Berputar Lalu Berbalik Arah, Dampaknya Terasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Februari 2024Updated:2 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah fenomena terjadi pada inti Bumi, yang ternyata sempat terhenti dan diduga berbalik arah. Dampak dari fenomena ini pun dirasakan oleh umat manusia.

    Fenomena tersebut diterbitkan di jurnal Nature Geoscience. Studi itu menemukan keanehan pada inti Bumi. Menurut Tim Universitas Peking China, temuan tersebut menunjukkan perubahan rotasi dalam skala dekadel.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mereka juga menambahkan temuannya dapat membantu memahami apa yang terjadi di bagian bawah Bumi dan akhirnya memengaruhi permukaan, dikutip Popsci, Jumat (2/2/2024).

    Inti Bumi terdiri dari dua lapisan yakni inti luar cair dan padat. Pada bagian padat, ia terbuat dari besi yang benar-benar berputar.

    Seismolog Yi Yang dan Xiaodong Song, dua penulis penelitian, mengamati gelombang seismik Bumi. Mereka menganalisis perbedaan pada bentuk gelombang dan waktu tempuh saat gempa Bumi melewati jalur yang sama sejak 1960-an.

    Gempa Bumi yang diselidiki terjadi pada 1995 hingga 2021.

    Sebelum 2009, ternyata rotasi inti Bumi sedikit lebih cepat daripada permukaan dan bagian mantel. Namun kemudian melambat dan berhenti sekitar tahun tersebut.

    Tim peneliti juga percaya hasil tersebut bisa dikaitkan dengan pembalikan rotasi inti pada tujuh dekade. Ini terjadi pada awal 1970-an, ungkap mereka.

    Selain itu, tim juga menjelaskan variasi ini berkaitan dengan perubahan kecil pada pengamatan geofisika di permukaan. Misalnya, panjang hari atau perubahan medan magnet.

    Volatilitas di rotasi inti Bumi, berpengaruh terhadap variasi waktu yang dihabiskan oleh Bumi untuk berotasi pada sumbunya. Akhirnya, manusia di permukaan Bumi merasakan panjang hari berubah-ubah.

    Para penulis studi menyimpulkan fluktuasi rotasi inti sejalan dengan sejumlah perubahan periodik menunjukkan interaksi antara lapisan pada Bumi yang berbeda satu sama lain.



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.