Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Diserang Amerika, Bos TikTok Mengaku Bukan Orang China
    Insight News

    Diserang Amerika, Bos TikTok Mengaku Bukan Orang China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Februari 2024Updated:2 Februari 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO TikTok Chew Shou Zi kembali dicecar dengan pertanyaan soal identitas etnisnya saat menghadiri sidang parlemen Amerika Serikat (AS).

    Sidang terbaru ini fokus pada keamanan anak di media sosial. Selain Chew, bos-bos raksasa teknologi lain juga hadir. Mereka adalah CEO Meta Mark Zuckerberg, CEO X Linda Yaccarino, CEO Snap Evan Spiegel, serta CEO Discord Jason Citron.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, Chew dihadapkan pada pertanyaan khusus. Selain soal kepemilikan TikTok di bawah induk raksasa China ByteDance, Chew juga ditanya soal kewarganegaraannya.

    Mulanya, Senator Ted Cruz yang merupakan politikus Republik dari Texas, menuduh TikTok memberikan dampak negatif bagi anak-anak AS.

    Cruz mengatakan Douyin yang merupakan TikTok versi China banyak membantu pendidikan anak-anak di sana. Namun, hal serupa tak dilakukan TikTok di AS.

    “Di AS, kalian menampilkan video yang membahayakan diri sendiri (self-harm) dan propaganda anti-Israel ke anak-anak. Kenapa berbeda dengan di China?” kata Cruz.

    Chew membantah tuduhan tersebut. Namun, Cruz tak puas dengan jawaban itu dan terus mendesak Chew. Ia mencontohkan, topik terkait protes di Hong Kong dan Tibet tak populer di TikTok jika dibandingkan dengan Instagram.

    Chew lantas mengatakan hal itu tak benar. Survey yang dilakukan oleh Cato Institute terkait topik tersebut memiliki bias dan tak akurat.

    “Algoritma TikTok tak membungkam konten apapun,” ujar Chew.

    Senator Tom Cotton yang merupakan politikus Republik dari Arkansas juga mencerca Chew. Ia menanyakan apakah Chew mendukung pemerintah AS yang mengatakan China telah melakukan genosida kepada kelompok Muslim minoritas Uighurs di Xinjiang.

    “Siapa pun yang peduli dengan topik ini bisa mengekspresikan diri mereka di TikTok,” ujar Chew menjawab pertanyaan itu, dikutip dari The Strait Times, Jumat (2/2/2024).

    Tak puas dengan jawaban itu, Cotton lalu menanyakan apakah Chew sepakat dengan omongan Presiden Joe Biden yang menyebut Presiden Xi Jinping adalah seorang diktator.

    Chew mengatakan posisinya sebagai pebisnis tak bisa mengomentari pemimpin negara. Lantas, Cotton kembali menyerang dengan pertanyaan lebih personal.

    “Apakah Anda takut kehilangan pekerjaan jika mengatakan sesuatu tentang Partai Komunis China? Anda takut ditangkap atau menghilang ketika berkunjung ke China?” begitu bunyi cercaannya.

    Para senator juga mempertanyakan kewarganegaraan Chew. Pertanyaan semacam ini sebelumnya juga dilontarkan pada sidang serupa yang digelar awal 2023 lalu. Kala itu, sidang berfokus pada peran TikTok yang dikhawatirkan membahayakan keamanan nasional karena dugaan kedekatannya dengan pemerintah China.

    “Senator, saya merupakan warga negara Singapura,” kata Chew kembali menjawab pertanyaan tipikal yang berulang kali diajukan kepada dirinya.

    Chew menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewarganegaraan China. Saat ditanya apakah dia memiliki paspor negara lain, Chew juga membantah.

    Namun, Cotton mengatakan istri dan anak-anak Chew terdaftar sebagai warga negara Amerika. Pertanyaan selanjutnya lebih kejam. Chew sitanya apakah dirinya berafiliasi dengan Partai Komunis China.

    Lagi-lagi, Chew harus menjawab dengan tegas dan membantah semua tuduhan tersebut.

    “Senator, Saya orang Singapura. Itu tidak benar!,” kata dia.




    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.