Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ulah Elon Musk, Tesla Boncos Rp 1.266 Triliun
    Insight News

    Ulah Elon Musk, Tesla Boncos Rp 1.266 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Januari 2024Updated:27 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Saham Tesla anjlok lebih dari 12% pada Kamis (25/1) kemarin setelah CEO Elon Musk terang-terangan mengumbar proyeksi bisnis tahun ini. Menurut dia, pertumbuhan penjualan akan terus melambat meski perusahaan melancarkan strategi pemotongan harga.

    Bahkan, Musk mengatakan diskon yang digelontorkan telah merugikan margin perusahaan. Hal ini memicu kekhawatiran investor, sebab permintaan terus menurun dan kompetisi di China makin ganas.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, Musk mengatakan Tesla memiliki strategi baru. Tak lain dengan mengembangkan mobil listrik (EV) yang lebih murah di masa depan. Musk menargetkan mobil listrik murah mulai bisa dipasarkan pada semester kedua 2025 mendatang.

    Kendati sudah punya strategi baru, Musk mengatakan ada tantangan dalam memproduksi mobil model baru. Sebab, perusahaan membutuhkan teknologi terbaru yang lebih canggih untuk memproduksinya.

    Saham Tesla mengalami persentase kerugian intraday paling tajam dalam lebih dari setahun, dengan nilai pasar sebesar $80 miliar (Rp 1.266 triliun) terhapus pada hari Kamis kemarin.

    Hal ini mendorong kerugian kapitalisasi pasarnya pada bulan ini menjadi sekitar $210 miliar (Rp 3.324 triliun), dikutip dari Reuters, Jumat (26/1/2024).

    Analis TD Cowen mengatakan Tesla sudah memasuki babak baru dari buruk menjadi lebih buruk. Pendapatan dan profit Tesla pada Q4 2023 juga lebih buruk dari ekspektasi pasar.

    Tak cuma Tesla, industri mobil listrik secara keseluruhan juga mengalami penurunan. Saham produsen EV Rivian Otomotive, Lucid Group, dan Fisker, terpantau turun 4,7% hingga 8,8%.

    Industri EV sudah mengalami perlambatan selama lebih dari satu tahun terakhir. Diskon mobil Tesla diramal akan turut memberi tekanan pada startup dan produsen mobil listrik lainnya.

    “Masalahnya bagi Tesla adalah setiap upaya signifikan untuk meningkatkan penjualan mulai saat ini mungkin perlu dicapai dengan mengorbankan margin operasi yang makin turun, karena harus bersaing dengan BYD di China, serta meningkatnya persaingan di tempat lain,” kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets.




    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.