Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warning! Google-TikTok Punya Waktu Sampai 9 Februari 2024
    Insight News

    Warning! Google-TikTok Punya Waktu Sampai 9 Februari 2024

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Januari 2024Updated:20 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Uni Eropa makin tegas menerapkan aturan main ke para raksasa teknologi yang dinamai ‘VLOP’ (very large online platform). Di bawah Aturan Layanan Digital (DSA), Uni Eropa memberikan waktu hingga 9 Februari 2024 untuk memerangi konten ilegal menjelang pemilu.

    Uni Eropa meminta langkah-langkah konkrit dari VLOP untuk memberikan akses data yang relevan ke para peneliti dalam memerangi penyebaran konten ilegal dan penjualan barang ilegal secara online, dikutip dari Reuters, Jumat (19/1/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ada 17 VLOP yang diberikan peringatan dan deadline. Antara lain adalah Alphabet (Google Search, Play, Maps, Shopping), AliExpress, Amazon, Apple App Store, Booking, Meta (Facebook, Instagram), Microsoft (LinkedIn, Bing), Pinterest, Snapchat, TikTok, YouTube, dan Zalando.

    Sebagai informasi, DSA mulai berlaku pada November 2023 lalu. Aturan itu bertujuan agar raksasa teknologi dan mesin pencari bertanggung jawab penuh membasmi konten ilegal dan risiko keamanan publik.

    Pada Desember 2023, Komisi Eropa menginvestigasi X (dulunya Twitter) milik Elon Musk atas dugaan pelanggaran DSA.

    Bagi VLOP yang terbukti melanggar, bisa dikenakan denda 6% dari pendapatan total mereka di wilayah Eropa. Ada selentingan kabar yang menyebut Musk sempat berencana hengkang dari Eropa karena tak mampu mematuhi DSA.

    Pasalnya, PHK besar-besaran yang dilakukan Musk di X menyebabkan tim moderator konten dihapus dari perusahaan. Artinya, perusahaan tak memiliki sumber daya manusia untuk menjunjung tinggi aturan DSA di Eropa.


    Artikel Selanjutnya


    Update Kasus Google, Masa Depan Internet Terombang-Ambing

    (fab/fab)


    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.