Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penghuni Bumi Hanya Punya 10 Tahun Lagi, PBB Warning Horor
    Insight News

    Penghuni Bumi Hanya Punya 10 Tahun Lagi, PBB Warning Horor

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Januari 2024Updated:18 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – PBB merilis sebuah laporan yang menyatakan pemanasan global akan melampaui 1,5 derajat Celcius dalam 10 tahun ke depan.

    Perlu diketahui, 1,5 derajat Celcius adalah batas bencana pemanasan global yang dampaknya ke Bumi sudah tidak bisa diperbaiki.

    Dalam laporan terbaru PBB, Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) menyatakan kondisi ini berarti warga Bumi berhadapan dengan dekade paling penting dalam sejarah manusia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Oleh karena itu, PBB mengimbau agar penduduk dunia segera mengurangi emisi pemanasan global secara drastis.

    Intinya, IPCC menegaskan bahwa belum terlambat bagi manusia untuk pemanasan Bumi mencapai titik “kiamat”.

    ” Kami tahu caranya, punya teknologi, peralatan, dan anggaran – semua yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan iklim yang sudah kita kenali sejak lama,” kata Ketua IPCC Lee Hoesung, dikutip dari AFP, Selasa (17/1/2024).

    “Satu-satunya yang kurang adalah kemauan politik yang kuat,” imbuhnya.

    IPCC menyatakan suhu Bumi akan mencapai titik 1,5 derajat Celcius lebih tinggi dari masa pra-industri pada awal 2030-an.

    Saat ini dilaporkan bahwa Bumi sudah 1,2 derajat Celcius lebih hangat dari masa pra-industri. Dampak pemanasan global sudah sangat dirasakan dalam bentuk cuaca ekstrem.

    “Tahun paling hangat yang kita alami saat ini akan menjadi tahun terdingin di satu generasi,” kata ilmuwan dari Imperial College London, Friederike Otto.

    Dampak terlampauinya batas 1,5 derajat Celcius adalah sinyal peningkatan laju kepunahan spesies, gagal panen, hingga “tipping point” dari perubahan sistem iklim berupa kematian koral dan mencairnya es di kutub.

    Sekjen PBB Antonio Gueterres menyatakan negara kaya yang tadinya menargetkan karbon netral pada 2050 harus mempercepatnya menjadi 2040 untuk “menjinakkan bom iklim”

    “Manusia berdiri di lapisan es yang tipis, dan es itu mencair dengan sangat cepat,” kata Gueterres.

    Menurut laporan IPCC, jika Bumi hanya bisa menahan laju pemanasan global sebesar 1,8 derajat Celcius, setengah dari manusia di Bumi bakal hidup di tengah panas dan kelembaban ekstrem pada 2100.

    Wilayah yang paling terdampak dari panas dan kelembaban ekstrem tersebut termasuk Asia Tenggara, sebagian dari Brasil, dan Afrika bagian barat.



    Artikel Selanjutnya


    Polusi Udara Hari Ini: Jabodetabek Parah Total Jelang Weekend

    (dem/dem)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.