Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Eropa Kini Jadi Episentrum Covid-19 Dunia, Ini Buktinya
    Insight News

    Eropa Kini Jadi Episentrum Covid-19 Dunia, Ini Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 November 2021Updated:8 November 2021Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Lonjakan kasus Covid-19 kembali terjadi di daratan Eropa. WHO Eropa mencatat ada peningkatan 55% dalam empat minggu terakhir, bahkan diprediksi kasus kematian bisa mencapai 500 ribu pada Februari 2022 mendatang.

    Sebagai informasi WHO Eropa sendiri mencakup 53 negara Eropa serta Asia Tengah. “Kecepatan (penularan Covid-19) saat ini di 53 negara sangat memperihatinkan,” kata Direktur regional WHO untuk Eropa, Dr Hans Kluge dalam konferensi pers pada Kamis (4/11/2021).

    Berikut daftar negara yang menghadapi kenaikan kasus Covid-19, dirangkum CNBC Indonesia, Minggu (7/11/2021):

    Inggris

    Pada akhir Oktober lalu penambahan kasus di Inggris sebanyak 44.985 orang dalam 24 jam saja. WHO mencatat kasus harian di Inggris rata-rata 40.000-50.000 perharinya. Sementara itu Worldometers minggu lalu pernah mencatat kasus baru sebanyak 34.029 orang.

    Pada laporan yang sama di Inggris terdapat 1,5 juta kasus aktif. Ada 141.588 orang yang meninggal di negara itu akibat Covid-19.

    Rusia

    Rusia juga jadi negara dengan kasus Covid-19 yang terus meningkat. Bahkan pada sejumlah laporan pengumpul data, baik kasus baru dan kematian mencatatkan rekor tertinggi.

    Laporan Worldometers pada Jumat (5/11/2021), terdapat rekor kasus baru yakni 40.735 orang perharinya dan 1.192 orang yang meninggal. John Hopkins University mengungkapkan rata-rata kasus di Rusia adalah 38.547 perhari dan kasus aktif kini sebanyak 964.177.

    Sejumlah wilayah di Rusia juga memberlakukan pembatasan wilayah tambahan dan memperpanjang lockdown. Salah satunya Moskow yang membuat kebijakan penguncian sebagian.

    Total kasus Covid-19 di Rusia adalah 8.714.595 kasus dan 244.447 kematian sejak pandemi hadir pada 2020 lalu.

    Jerman

    Data minggu kemarin menunjukkan rekor baru yakni 35.086 kasus harian dan 178 kematian. Dengan total kasus aktif sebanyak 293.938 kasus.

    Menteri Kesehatan Jens Spahn pernah mengatakan Jerman sedang hidup dengan pandemi. Karena banyak orang belum divaksin dan prediksi adanya gelombang 4 dengan kekuatan maksimal.

    Menurut DW, Jerman masih tertinggal soal vaksinasi dari negara Eropa. Sejauh ini baru 66,5% wargan Jerman yang mendapatkan vaksin lengkap, berbeda dengan Portugas yang mencapai 88% dan 81% di Spanyol.

    Austria

    Austria pernah mencatatkan kasus baru sebanyak 9.388 orang dengan total kasus aktif sekitar 62.659 kasus.

    Ibu kota negara, Wina akan memberlakukan pembatasan. Selain itu juga mengizinkan orang yang telah divaksinasi atau pulih untuk ke tempat umum dan menghadiri pertemuan besar.

    Kroasia

    Kroasia mengalami ledakan kasus harian 7.000 orang yang dilaporkan pada Jumat lalu. Dilaporkan sudah ada 28.541 kasus aktif pada negara dengan 4 juta populasi itu. Ada 1.680 orang yang masuk rumah sakit dan 231 diantaranya mengaami gejala serius.

    Tingkat vaksinasi negara itu juga masih rendah yakni sebanyak 50%. Hal ini juga dituding para ahli menjadi penyebab kenaikan kasus beberapa waktu terakhir.

    Slovenia

    Negara dengan penduduk sejumlah 2 juta orang itu pernah dilaporkan mengalami kasus tertinggi sebanyak 4.511 orang terinfeksi pada Kamis lalu. Baru 50% warga yang sudah di vaksinasi.

    Belanda

    Pada Kamis Belanda melaporkan 10.911 tambahan kasus, yang menjadi rekor tertinggi sejak Desember lalu. Ada tambahan 20 kematian baru dan total menjadi 18.517 kasus.

    Sementara kasus aktif di Belanda sebanyak 164.262 kasus dan 275 diantaranya merupakan pasien serius.

    Mulai hari Sabtu lalu, pemerintah mewajibkan masyarakat menggunakan masker di tempat umum. Para siswa yang ke sekolah juga diwajibkan menggunakan masker.

    Protokol kesehatan seperti jaga jarak, bekerja dari rumah atau paruh waktu dan menghindari bepergian ke tempat dan saat waktu sibuk juga diimbau oleh pemerintah.

    “Tidak mengejutkan bahwa kami kembali memiliki pesan keras malam ini,” kata Perdana Menteri Mark Rutte dalam konferensi pers dikutip Euronews.

    “Sulit karena sayangnya kami harus memberitahu lebih banyak, kepada orang-orang, bahwa sekarang jumlah infeksi dan jumlah rumah sakit meningkat dengan cepat.”

    Tren kenaikan kasus di Belanda terjadi tak lama setelah pemerintah setempat mengakhiri sebagian besar kebijakan pembatasan. Ini terjadi pada akhir September lalu.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.