Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Teknologi China, Baterai Koin Bikin HP Tak Usah Dicas Selamanya
    Insight News

    Teknologi China, Baterai Koin Bikin HP Tak Usah Dicas Selamanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Januari 2024Updated:16 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Startup asal China mengembangkan baterai seukuran koin bertenaga nuklir yang bisa digunakan 50 tahun tanpa harus diisi ulang.

    Betavolt, startup yang berbasis di Beijing, menyatakan baterai buatan mereka berpotensi menjadi sumber energi baru untuk HP masa depan.

    Baterai mini bertenaga atom tersebut dinamakan BV100 dan diklaim jauh lebih canggih dibanding teknologi yang dikembangkan oleh Eropa dan Amerika Serikat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    BV100 menghasilkan listrik dari energi radioaktif isotop nikel (nickel-63). Di antara lapisan nickel-63, disematkan sebuah semikonduktor berlian kristal tunggal dengan ketebalan 10 mikron.

    Baterai ini bisa menyimpan 3.300 megawatt hour dan dilaporkan punya densitas energi 10 kali lipat baterai lithium biasa. Menurut Betavolt, kapasitas ini berarti BV100 bisa menghasilkan listrik secara stabil selama 50 tahun.

    Ukuran resmi BV100 adalah 15x15x15 milimeter dengan kekuatan 100 mikrowatt di tegangan 3 volt. Artinya, kapasitasnya sangat kecil sehingga tidak punya cukup energi untuk peralatan elektronik standar seperti HP, apalagi laptop.

    Betavolt menyatakan solusinya adalah penggunaan BV100 secara paralel untuk menunjang perangkat yang membutuhkan listrik lebih besar.

    Meskipun menggunakan energi radioaktif, Betavolt menegaskan baterai buatannya aman. Saking yakinnya, mereka menyatakan BV100 bisa digunakan untuk perangkat medis seperti pemacu jantung atau jantung buatan.

    Startup China itu menyatakan tidak ada radiasi yang keluar dari baterai dan menegaskan baterai “tak akan terbakar atau meledak jika tertusuk atau tertembak.”

    Saat ini, teknologi baterai nuklir digunakan hanya di pesawat luar angkasa. Contohnya, wahana Voyager menggunakan baterai nuklir yang dikembangkan pada era Perang Dingin. Meski sudah meluncur sejak 1977, Voyager masih berfungsi mengirim gambar dari penjuru Tata Surya ke Bumi.

    “Perusahaan berencana meluncurkan baterai 1 watt pada 2025. Dengan regulasi yang pas, baterai energi atom bisa menjadikan HP yang tak usah dicas lagi dan drone, dari tadinya hanya bisa terbang 15 menit, bisa terbang terus menerus,” papar Betavolt.


    Artikel Selanjutnya


    Bukti Baru China Jajah Dunia Lewat Ecommerce

    (dem/dem)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.