Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kejayaan Apple Runtuh di 2024, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Tanda Kejayaan Apple Runtuh di 2024, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Januari 2024Updated:16 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Laporan IDC menunjukkan Apple menjadi ‘raja HP’ dunia terbaru sepanjang 2023. Pabrikan Cupertino tersebut mampu menggeser posisi yang sebelumnya dipegang Samsung selama satu dekade.

    Namun, di sisi lain, Apple kehilangan takhta sebagai perusahaan paling bernilai di dunia. Posisi itu kini dipegang oleh Microsoft. 

    Melonjaknya pasar Microsoft didorong oleh fokus perusahaan pada kecerdasan buatan (AI) generatif, sebuah sektor yang semakin mendapat dukungan investor.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Microsoft bersama dengan Nvidia dan Amazon yang sangat menekankan penggunaan AI. Ketiganya mengalami lonjakan pasar cukup tinggi selama setahun terakhir. Khususnya nilai pasar Microsoft yang meningkat lebih dari US$1 triliun.

    Para analis menggambarkan pergeseran ke arah AI ini seperti awal tahun 2000-an, ketika perusahaan teknologi dan internet mulai menggantikan perusahaan konsumen dan keuangan.

    Menurut data LSEG, kapitalisasi pasar Microsoft mencapai US$2,887 triliun, tertinggi yang pernah ada. Sementara kapitalisasi pasar Apple adalah US$2,875 triliun pada penutupan hari Jumat (12/1) setelah mencapai puncaknya pada US$3,081 triliun pada 14 Desember.

    Microsoft telah memasukkan teknologi OpenAI ke dalam rangkaian softwarenya, yang menjadi sebuah langkah untuk membantu memicu meningkatkan bisnis cloud pada kuartal Juli-September.

    Mengutip Reuters, keunggulan perusahaan dalam bidang AI juga menciptakan peluang untuk menantang dominasi Google dalam penelusuran web.

    Di sisi lain, Apple menghadapi tantangan di China dengan penjualan yang lesu. Di awal 2024, penjualan iPhone di China turun 30% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Kendati di skala global bisnis iPhone tumbuh 3,7% sepanjang 2023 yoy, namun tekanan di China tak bisa dihiraukan.

    China merupakan pasar utama bagi Apple dan pasar HP terbesar di dunia. Apple mengalami masalah mulai dari isu pemblokiran di lingkungan pemerintahan Xi Jinping, hingga kebangkitan Huawei yang menarik minat pasar. 


    Artikel Selanjutnya


    Samsung Setop Update Software di 5 HP, Anda Punya?

    (fab/fab)


    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.