Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Tangkap Mata-Mata China Pakai AI
    Insight News

    Joe Biden Tangkap Mata-Mata China Pakai AI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Januari 2024Updated:16 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kelompok hacker yang didukung China menyebabkan banyak masalah bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat sepanjang tahun 2023.

    Mereka diperkirakan akan melanjutkan serangan yang semakin agresif pada 2024, terutama menjelang pemilihan presiden AS yang akan datang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa hacker menggunakan AI dan pembelajaran mesin untuk menerobos firewall. Di sisi lain, Badan Keamanan Nasional AS (NSA) yakin AI dapat digunakan sebagai alat untuk memburu pelaku kejahatan.

    Direktur keamanan siber NSA Rob Joyce mengonfirmasi bahwa peretas yang didukung negara memanfaatkan AI untuk meningkatkan serangan mereka dan menargetkan perusahaan AS yang terkenal.

    Joyce menambahkan AI membantu mereka menemukan dan memburu peretas.

    “AI, pembelajaran mesin [dan] pembelajaran mendalam benar-benar membuat kita lebih baik dalam menemukan aktivitas jahat,” katanya, dikutip dari Android Headlines.

    Pejabat NSA itu tidak menyebutkan serangan siber mana yang didukung China dan mana yang berhasil ditangkis dengan melibatkan AI.

    Namun, ia menyinggung serangan peretas yang berbasis di China baru-baru ini sebagai contoh bagaimana kecerdasan buatan membantu AS menangkis serangan siber terhadap infrastrukturnya.

    “Mereka berada di tempat-tempat seperti jaringan listrik, jaringan pipa transportasi, dan pengadilan, mencoba meretas sehingga dapat menyebabkan gangguan masyarakat dan kepanikan di tempat yang mereka pilih,” kata Joyce.

    Menurut Joyce, hacker mengeksploitasi kerentanan untuk mengakses sistem dan berpura-pura menjadi pengguna resmi.

    Sementara itu, pemerintahan Joe Biden menggunakan pembelajaran mesin, data besar, dan AI untuk mendeteksi dan memantau aktivitas berbahaya. Hal ini terutama karena pelaku kejahatan tidak berperilaku seperti operator biasa.


    Artikel Selanjutnya


    Joe Biden Blokir Total, Xi Jinping Langsung Bereaksi

    (fab/fab)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.