Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Manusia di Ujung Tanduk, Ratusan Profesi Diramal Punah
    Insight News

    Nasib Manusia di Ujung Tanduk, Ratusan Profesi Diramal Punah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Januari 2024Updated:16 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengembangan Artificial Intelligence diikuti dengan dampaknya pada pekerjaan manusia. Salah satunya juga diramalkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

    Direktur Pelaksana, Kristalina Georgieva memperkirakan AI akan mengendalikan 40% pekerjaan manusia. Negara-negara maju akan merasakan lebih banyak manfaat dan risiko dari teknologiĀ AI ketimbang mereka yang ada di negara berkembang.

    “Negara-negara maju akan menghadapi risiko lebih besar dari AI, namun juga peluang lebih banyak untuk manfaatnya, dibandingkan negara berkembang,” kata Georgieva dikutip dari Insider, Senin (15/1/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    AI akan berdampak pada pekerjaan dengan keterampilan tinggi. Lebih dari setengahnya, sekitar 60%, pekerjaan di negara maju yang akan terdampak teknologi canggih itu.

    Menurutnya, AI akan memberikan berbagai dampak. Mulai dari meningkatkan produktivitas dan sisi lain juga bisa menghilangkan sebuah pekerjaan.

    “Sekitar setengah pekerjaan akan mendapatkan manfaat dari integrasi AI, menjadi lebih produktif. Untuk setengah lainnya, aplikasi AI akan menjalankan tugas utama yang sekarang dilakukan manusia, ini akan menurunkan permintaan tenaga kerja, membuat upah menurun dan mengurangi perekrutan,” jelasnya.

    “Pada kasus yang ekstrem, beberapa pekerjaan mungkin akan menghilang,” ungkap Georgieva menambahkan.

    Pembuat kebijakan diminta bersiap dengan risiko AI. Termasuk juga meminta mengadakan program pelatihan bagi mereka yang rentan terkena dampak perkembangan teknologi tersebut.

    “Menerapkan jaring pengaman social dan menawarkan program pelatihan untuk pekerja yang rentan.” jelasnya.

    Dampak AI juga pernah diungkapkan Goldman Sachs. Dalam laporan bulan Maret 2023 lalu, sekitar 300 juta pekerjaan kemungkinan akan terganggu karena AI.

    Sementara menurut wakil presiden LinkedIn Annesh Raman, AI akan mengurangi nilai pada keterampilan teknis. Keberadaannya akan membuat fokus tertuju pada soft skill



    Artikel Selanjutnya


    Kampanye & Pemilu Lebih Efisien,Teknologi AI Bisa Diandalkan?

    (npb/npb)


    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.