Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Boncos Usai Konflik Laut Merah Houthi-AS Panas
    Insight News

    Elon Musk Boncos Usai Konflik Laut Merah Houthi-AS Panas

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Januari 2024Updated:15 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Saham Tesla turun 3% pada Jumat (12/1) pekan lalu, setelah menghadapi masalah rantai pasokan karena konflik yang terjadi di Laut Merah. Kelompok Houthi dari Yaman menargetkan penyerangan terhadap kapal-kapal perdagangan yang melewati Laut Merah.

    Konflik kemudian makin memanas setelah AS dan Inggris menyerang Yaman dua hari berturut-turut pada akhir pekan lalu. Alhasil, pengiriman barang di jalur penting perekonomian tersebut terhambat. Tesla milik Elon Musk menjadi salah satu korbannya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di saat yang sama, Tesla juga memberikan diskon besar-besaran untuk kendaraan yang dijual di China. Di Amerika Serikat (AS), kenaikan upah pekerja dan keputusan perusahaan rental mobil Herts untuk menjual armada mobil elektronik juga berpengaruh pada bisnis Tesla.

    Kembali ke dampak konflik Laut Merah ke bisnis Elon Musk, pada Kamis (11/1) pekan lalu Reuters melaporkan rencana Tesla menangguhkan mayoritas produksi di pabriknya yang terletak di Grunheide, Jerman, dari 29 Januari hingga 11 Februari.

    Kelompok militan Houthi menyerang kapal-kapal kargo di Laut Merah tanpa pandang bulu. Hal tersebut dilakukan dengan dalih mendukung perang yang terjadi di Jalur Gaza. Houthi ingin memastikan serangan besar-besaran ke semua sekutu Israel, termasuk yang melakukan perdagangan via Laut Merah.

    “Transportasi membutuhkan waktu yang lama dan menyebabkan ketimpangan pada rantai pasokan,” kata Tesla ke Reuters dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNBC International, Senin (15/1/2024).

    Selain masalah pasokan, analis juga menyoroti fokus Tesla yang terus-terusan menggelar pemangkasan harga jual di China. Sepanjang tahun lalu, strategi diskon berhasil membuat penjualan Tesla kembali bergairah.

    Umumnya, perusahaan rental mobil seperti Sixt dan Hertz berkontribusi terhadap tinggi penjualan Tesla sebelumnya. Sebab perusahaan rental membeli mobil dalam jumlah besar.

    Namun, CEO Hertz Stephen Scherr mendadak mengatakan akan menjual 20.000 armanda mobil listriknya. Mayoritas dipasok dari Tesla.

    Tak cukup sampai di situ, bisnis dan reputasi Tesla juga terus mengalami tekanan di Eropa, menyusul demonstrasi pekerja di Swedia dan negara-negara Skandinavia.

    Di AS, pekerja di pabrik mobil listrik ditetapkan akan mendapat kenaikan bayaran yang mulai berlaku pada bulan ini. Taktik ini dicurigai sebagai langkah industri menghalangi keinginan pekerja untuk berserikat.



    Artikel Selanjutnya


    Perintah Israel, Google Matikan Fitur Maps di Gaza

    (fab/fab)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.