Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dry Text Viral di Media Sosial, Ini Arti dan Penjelasannya
    Insight News

    Dry Text Viral di Media Sosial, Ini Arti dan Penjelasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Januari 2024Updated:15 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Belum lama ini viral kata ‘Dry Text’ di media sosial. Beberapa di antaranya merujuk pada gaya chatting seseorang.

    Pantauan CNBC Indonesia di Twitter/X, beberapa pengguna menuliskan Dry Text adalah orang yang membalas pesan dengan kata-kata yang singkat, berulang, dan membosankan. Bisa seperti ‘Oke’ atau ‘Iya/ya’ padahal lawan bicaranya memberikan pesan yang panjang.

    Laman Vogue mengartikan Dry Texting sebagai balasan pesan dengan satu kata atau tidak melanjutkan percakapan. Biasanya ini akan membalasnya dengan ekspresi saja seperti ‘wyd’ atau tertawa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Orang-orang tersebut saat berkencan akan diasumsikan tidak tertarik dengan pasangannya. Bisa juga terlalu sibuk mengirim pesan dengan orang, memang hanya orang yang membosankan, atau kombinasi ketiganya.

    Bagi banyak netizen, jika seseorang menyukai orang maka akan melakukan apapun. Termasuk memiliki waktu untuk mengirimkan pesan sepanjang hari dan membatalkan apapun yang dilakukan untuk membalas chat dalam waktu yang tepat.

    Namun anggapan itu juga bisa salah. Dalam sebuah artikel Vogue berjudul Take It From A Dry Texter: Short Messages Don’t Mean Someone Isn’t Interested, dituliskan bahwa mereka yang dianggap sebagai orang yang dry texter bukan tidak tertarik pada lawan bicaranya.

    Namun bisa juga karena tidak tertarik mengirimkan pesan terus menerus lewat HPnya. Misalnya lebih senang berbicara langsung atau video call.

    Pesan yang menarik juga bukan berarti hubungan baik-baik saja. CEO Regroop Coaching, Pricilla Martinez menjelaskan mengirimkan chat untuk sebagian orang hanya alat membuat rencana bertemu.

    “Jangan menganggap pembicaraan terhenti karena mereka tidak tertarik,” ucap Martinez, dikutip dariĀ Cosmopolitan.



    Artikel Selanjutnya


    Kisah Monster Loch Ness, Makhluk Paling Diburu di Dunia

    (npb)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.