Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukti Indonesia Tertinggal, Tren AI Belum Sampai ke Startup RI
    Insight News

    Bukti Indonesia Tertinggal, Tren AI Belum Sampai ke Startup RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Januari 2024Updated:12 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejak akhir tahun 2022, teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) lebih sering terdengar. Ini terjadi setelah chatbot ChatGPT buatan OpenAI menjadi sangat populer.

    Kepopuler ChatGPT membuat banyak perusahaan besar ikut masuk ke pasar AI. Google misalnya menciptakan chatbotnya sendiri bernama Bard dan Microsoft bekerja sama dengan OpenAI untuk pengembangan di produk perusahaan.

    Lalu bagaimana dengan Indonesia? Managing Partner Skystar Capital, Abraham Hidayat menjelaskan AI belum terlalu masuk di dalam negeri. Saat ini masih dicari teknologi yang dibawa dengan konteks Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Di Indonesia belum ada. Apa perusahaan AI di Indonesia? Ada kecil-kecil. Sekarang kita cari yang bisa pakai teknologi yang sudah ada itu dibawa ke Indonesia untuk konteks Indonesia,” ungkapnya ditemui di Investment Outlook 2024, Jakarta, Kamis (11/1/2024).

    Dia mengatakan perkembangan teknologi memang butuh waktu. Salah satu contohnya saat Steve Jobs memperkenalkan iPhone butuh waktu bertahun-tahun hingga tercipta bisnis berbasis aplikasi.

    Itu juga yang terjadi dengan AI. Baru setahun lalu diumumkan peluncuran ChatGPT oleh OpenAI.

    Di Amerika Serikat sendiri pengembangannya adalah berinvestasi pada AI. Sementara di dalam negeriĀ  sedang berpikir apa yang bisa dimanfaatkan dari teknologi itu.

    “Di Indonesia lagi mikirin gue bisa pakai buat apa,” jelas Abraham.

    Ada banyak contoh kasus yang bisa digunakan dengan AI. Termasuk membuat beberapa layanan bisa melayani pelanggan sesuai kebutuhannya masing-masing.

    Abraham memperkirakan untuk pendanaan bisa terjadi tahun ini. Sementara kemunculan nama brand terkait AI mungkin baru beberapa tahun lagi.

    “Menurut saya tahun ini mulai funding. Dari funding ada yang berhasil atau enggak. Mungkin muncul brands name mungkin 2-3 tahun baru kedengeran,” pungkasnya.



    Artikel Selanjutnya


    ChatGPT AI ‘Curi Segalanya’, Semua Hak Cipta Dilanggar

    (npb/npb)


    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.