Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Benarkah Starbucks Ganti Nama Jadi Vista Coffee? Ini Faktanya
    Inspiring You

    Benarkah Starbucks Ganti Nama Jadi Vista Coffee? Ini Faktanya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman10 Januari 2024Updated:10 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kabar soal Starbucks yang ganti nama santer terdengar. Sebagian mengaitkan kabar ini dengan gerakan boikot yang disebut telah membuat perusahaan asal Amerika tersebut merugi. Benarkah demikian?

    Faktanya, Starbucks yang berlokasi di Bandara Dublin, Irlandia, memang baru saja melakukan rebranding menjadi Vista Coffee. Perubahan ini bahkan diumumkan oleh akun resmi Dublin Airport di X (sebelumnya Twitter). 

    “Vista Coffee berlokasi di tepi udara di T1, tepat setelah The Loop, di unit yang sebelumnya ditempati oleh Starbucks,” demikian bunyi pengumuman tersebut, pada 4 Januari lalu. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski begitu, menurut media lokal Lovin Dublin, Vista Coffee hanyalah “merek sementara” yang akan segera diubah ke merek lain. Namun, belum ada rincian lengkap tentang perubahan ini. 

    Sejumlah orang berpendapat bahwa Starbucks berganti nama sebagai respons atas gerakan boikot yang telah berlangsung sejak Oktober tahun lalu.

    Awal mula Starbucks jadi sasaran boikot




    Foto: REUTERS/ELIZABETH FRANTZ
    People watch from inside a Starbucks as demonstrators march in support of Palestinians in Gaza, amid the ongoing conflict between Israel and Hamas, in Washington, U.S., November 4, 2023. REUTERS/Elizabeth Frantz

    Starbucks juga menjadi sasaran boikot para pendukung Palestina di Indonesia. Bahkan, sejumlah kedai Starbucks di Tanah Air sempat sepi pengunjung akibat gerakan ini.

    Starbucks sendiri tidak termasuk dalam daftar boikot resmi Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS), namun perusahaan tersebut menggugat serikat pekerjanya, Starbucks Workers United, yang memberikan dukungan untuk Palestina.

    Starbucks juga sudah memberikan klarifikasi resmi bahwa mereka tidak memberikan dukungan finansial untuk Israel. Meski begitu, gerakan boikot masih terus berlangsung.

    Berdasarkan laporan awal Desember 2023, Starbucks sempat mengalami penurunan nilai pasar sebesar hampir US$12 miliar atau sekitar Rp184,97 triliun (asumsi kurs Rp15.414/US$) selama sebulan terakhir.


    Artikel Selanjutnya


    3 Fakta Gerakan Boikot Starbucks, Benarkah Sokong Israel?

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.