Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Dituduh Curi Teknologi, Duit Bisa Lenyap Rp 25 Triliun
    Insight News

    Google Dituduh Curi Teknologi, Duit Bisa Lenyap Rp 25 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Januari 2024Updated:10 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Google lagi-lagi tersandung kasus hukum. Setelah digugat soal pelanggaran aturan anti-monopoli, Google kini dituduh mencaplok paten teknologi dari startup bernama ‘Singular Computing’.

    Bahkan, Google terancam denda sebesar US$ 1,67 miliar atau setara Rp 25,9 triliun. Angka itu sudah jauh berkurang dari tuntutan awal Singular Computing sebesar US$ 7 miliar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pengacara Singular Computing mengatakan Google mencuri teknologi buatan Joseph Bates yang merupakan founder startup tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (10/1/2024).

    Modusnya, Google beberapa kali mengajak Bates bertemu untuk mendiskusikan idenya terkait masalah dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Pengacara bernama Kerry Timbers mengatakan Bates membagikan inovasi pemrosesan komputernya ke Google selama 2010-2014. Sayangnya, menurut Bates, Google malah meniru teknologi yang dipatenkannya ketimbang membayar lisensi untuk mengembangkan teknologi sendiri.

    Inovasi Bates digunakan untuk mengembangkan chip Tensor milip Google yang mendukung fitur AI di berbagai layanan seperti Search, Gmail, Translate, dan lainnya.

    Dalam email internal yang diberikan, Chief Scientist Google Jeff Dean menuliskan bahwa ide Bates sangat cocok untuk mengembangkan teknologi AI Google.

    “Kasus ini menunjukkan pentingnya menghormati orang lain dan tidak mengambil apa yang menjadi milik orang lain, kata Timbers.

    Sementara itu, pengacara Google, Robert Van Nest mengatakan chip tersebut dirancang secara mandiri oleh tim internal. Ia juga menyebut tim Google tersebut tak pernah bertemu dengan Bates.

    “Chip Google secara dasar sangat berbeda dengan apa yang dideskripsikan oleh paten Singular Computing,” kata dia.



    Artikel Selanjutnya


    Google Hapus Gmail, Ini Cara Agar Alamat Email Tak Hilang

    (fab/fab)


    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.