Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»BSSN Warning ke Warga RI Jangan Jual HP dan Laptop Bekas
    Insight News

    BSSN Warning ke Warga RI Jangan Jual HP dan Laptop Bekas

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Januari 2024Updated:6 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak orang yang langsung menjual perangkat HP dan laptopnya untuk menggantinya dengan yang baru. Namun sebaiknya jangan lakukan itu demi keamanan data.

    “Saya menyarankan ke masyarakat kalau misalkan memiliki laptop bekas, HP bekas, itu lebih baik jangan dijual, lebih baik dibiarkan hingga rusak,” kata Ketua Tim Insiden Siber Sektor Keuangan BSSN Sandromedo Christa Nugroho dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (4/1/2023).

    Pihak yang tidak bertanggung jawab bisa saja mengambil data yang tersimpan dalam perangkat. Ini bisa dilakukan bahkan saat data atau informasi telah dihapus.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pemulihan data masih bisa dilakukan, meskipun sudah dihapus dari file trash bin. Hal serupa juga terjadi pada riwayat data yang terhapus pada ponsel.

    Sebab pada perangkat terdapat dua jenis memori. Yakni memori volatile dan non-volatile.

    Memori volatile adalah jenis memori pada komputasi yang membutuhkan daya untuk menyimpan informasi yang disimpan. Misalnya pada RAM atau random-access memory yang akan hilang saat perangkat mati.

    Sementara memori non-volatile merupakan memori dengan data yang bisa ditulis dan dihapus. Namun data akan tetap ada meski perangkat dalam kondisi mati.

    “Karena ada memori-memori yang sifatnya bisa jadi metadata, itu kita bisa lakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik digital forensik, dan ada data yang bisa dipulihkan, meski kemungkinan tidak 100 persen data terbaru,” jelas dia.

    Masyarakat masih bisa menjual perangkatnya. Namun dengan catatan telah mengganti hard disk dari perangkat yang akan dijual terlebih dahulu.

    Cara ini diharapkan dapat menghindari risiko data pribadi diambil pihak lain. “Kami sarankan memori memang diambil dulu sebelum dijual, seperti hard disk, atau tukar dengan hard disk lain, namun kalau misalkan memang bisa, baiknya tidak usah dijual daripada ruginya lebih banyak nanti,” ungkapnya.


    Artikel Selanjutnya


    10 HP yang Pancarkan Radiasi Paling Tinggi, Anda Punya?


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.