Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Siap Mendarat di Matahari, Apa Tidak Mendidih?
    Insight News

    NASA Siap Mendarat di Matahari, Apa Tidak Mendidih?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Januari 2024Updated:4 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tahun 2024 akan menjadi tahun besar bagi eksplorasi dan studi Matahari yang sedang berlangsung di pusat Tata Surya.

    NASA berencana untuk menyelesaikan “pendaratan surya” dengan pesawat ruang angkasa Parker.

    Tentu saja “pendaratan” matahari yang dimaksud bukan benar-benar suatu pendaratan. Sebab permukaan bintang di Tata Surya kita bukanlah benda padat yang dapat digunakan untuk mendaratkan pesawat ruang angkasa dan terlalu panas untuk didekati oleh benda apa pun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, NASA menggambarkan pendekatan yang akan datang ini seperti “menyentuh bintang”.

    Pendekatan ini akan menjadi yang kedua kalinya untuk wahana surya Parker dalam menyelesaikan tujuan eksplorasi. Misi pertama Parket terjadi saat wahana tersebut menyentuh atmosfer matahari untuk pertama kalinya.

    Misi kali ini diharapkan dapat membantu manusia mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang Matahari dan akan menempatkan wahana ini lebih dekat ke permukaan Matahari dibandingkan dengan sebelumnya.

    Namun melakukan pendaratan tenaga surya seperti yang direncanakan Parker tidaklah mudah. Pesawat ruang angkasa ini akan menghadapi panas dan radiasi yang hebat dalam perjalanannya.

    Dalam misi ini Parker akan terbang tujuh kali lebih dekat ke matahari dibanding pesawat ruang angkasa sebelumnya. Perjalanan ini benar-benar baru bagi NASA, sebab wilayah yang dituju belum pernah dijelajahi sebelumnya. Begitu pula dengan penyelidikan dan ketahanan pada benda ini, NASA belum yakin bagaimana Parket akan bertahan dalam kondisi tersebut.

    Namun, penelitian ini sepadan dengan risikonya, karena wahana surya Parker akan membuka pintu lebih banyak data tentang Matahari dan permukaannya.

    Hal ini akan membantu memberikan ilmuwan lebih banyak perincian yang dapat digunakan dalam prediksi prakiraan cuaca Matahari di masa depan, sesuatu yang akan menjadi makin penting saat menuju ke titik maksimum Matahari pada tahun 2025.


    Artikel Selanjutnya


    Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di RI, Ini Penjelasannya

    (dem/dem)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.