Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Temuan Benteng Tertua Dunia Ubah Total Sejarah Umat Manusia
    Insight News

    Temuan Benteng Tertua Dunia Ubah Total Sejarah Umat Manusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Januari 2024Updated:2 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Temuan benteng tertua dunia di Siberia berhasil mengubah sejarah umat manusia. Penyebabnya karena wilayah sekitarnya terlalu maju untuk zaman saat benteng dibangun.

    Benteng tertua itu, Amnya diperkirakan dibangun pada 8.000 tahun lalu. Pemukiman sekitarnya memiliki pagar kayu, tepian sungai, dan parit.

    Dalam sebuah penelitian terbaru di jurnal Antiquity menyebutkan tampilan tersebut terlalu maju untuk era pemburu-pengumpul saat itu. “Namun, kerangka itu mengabaikan inovasi pemburu-pengumpul di Taiga Siberia 8.000 tahun lalu, termasuk konstruksi dari beberapa benteng tertua dunia,” kata para penulis penelitian, dikutip dari Newsweek, Jumat (29/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Temuan lain yang berhasil ditemukan adalah manusia pra-sejarah di sana terlalu canggih untuk zamannya. Manusia saat itu telah melakukan aktivitas menangkap ikan dan berburu binatang dengan tombak berujung tulang dan batu.

    Disebutkan pula jika mereka menghias tembikar dengan sesuatu yang rumit. Manusia pra-sejarah menggunakan tembikar untuk mengawetkan minyak ikan dan daging yang berlebih.

    “Lingkungan Siberia barat bagi kita terlihat agak keras dan tidak bersahabat, namun untuk kelompok pemburu dan pengumpul serta nelayan ini merupakan surga,” kata penulis penelitian, Ekaterina Dubovtseva.

    Penelitian Amnya telah dimulai sejak 2019. Tim yang dipimpin peneliti Freie Universitat Berlin Jerman mengumpulkan sampel penanggalan radiokarbon dan memastikan usia bangunan.

    Temuan ini hampir sama dengan yang ditemukan di beberapa tempat di berbagai negara. Salah satunya situs pra-sejarah Gobekli Tepe di Turki menunjukkan adanya kelompok pemburu-pengumpul yang tidak selalu berkembang menjadi petani kompleks.

    (npb)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.